BOGOR - Sekitar 128 alumni Polbangtan Medan menjadi bagian dari 583 alumni Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] mengikuti Sertifikasi Kompetensi bagi mahasiswa Polbangtan yang digelar Kementerian Pertanian RI juga diikuti oleh alumni Polbangtan Bogor dan Polbangtan Malang secara serentak.
Kegiatan Sertifikasi Kompetensi dibuka secara hibrid oleh Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi di Bogor, Senin [21/8] dan penyematan peserta secara simbolis. Pembukaan kegiatan sertifikasi diikuti secara daring oleh 128 alumni Polbangtan Medan didampingi Direktur Yuliana Kansrini beserta jajarannya di Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Sertifikasi Kompetensi bagi alumni Polbangtan sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo yang berupaya keras mewujudkan kedaulatan pangan melalui berbagai program strategis, maka diperlukan dukungan SDM pertanian andal, mumpuni dan berkompeten.
“Pertanian harus diisi SDM-SDM berkualitas. Kemampuan dan pengetahuan SDM harus terus ditingkatkan, khususnya bagi mereka para petani milenial. Masa depan pertanian Indonesia di tangan petani milenial, yang kita harapkan bisa menghadirkan inovasi," katanya.
Tekad dan komitmen serupa dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi saat membuka kegiatan Sertifikasi Kompetensi bahwa regenerasi dari petani kolotnial ke petani milenial harus mutlak dilakukan.
"Indikator utama keberhasilan pembangunan pertanian dan pengembangan petani milenial bahwa petani harus untung. Bukan sekadar menjadi mata pencaharian dan memenuhi kebutuhan pangan," katanya yang didampingi Kapuslatan M Amin.
Menurutnya, dalam meningkatkan pertanian perlu petani milenial dan wirausahawan pertanian, untuk itulah maka alumni Polbangtan wajib mengikuti kegiatan sertifikasi kompetensi guna menghasilkan SDM pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing.
"Tugas utama penyuluh, pengelola alsintan dan pengelola lainnya harus kompeten di bidang masing-masing. Dengan sertifikasi kompetensi kalian akan diakui kompeten," kata Dedi Nursyamsi.
Laporan dari Pusat Pelatihan Pertanian [Puslatan] selaku Lembaga Sertifikasi Profesi [LSP] bahwa hingga saat ini LSP Pertanian telah melakukan sertifikasi kompetensi bagi sekitar 1.625 orang.
Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini mengatakan bahwa Sertifikat Kompetensi dapat menjadi pendukung ijazah saat mahasiswa Polbangtan lulus, sehingga kegiatan sertifikasi merupakan kegiatan rutin bagi Polbangtan Medan.
Menurutnya, sebelum Sertifikasi Kompetensi maka 64 alumni Prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan [PPB] dan 64 alumni Prodi Penyuluhan Perkebunan Presisi [PPP] telah dibekali sertifikasi kompetensi fasilitator pertanian organik, drone, digital marketing, produksi benih, kewirausahaan, pembibitan kelapa sawit dan Alsintan.
"Calon penyuluh harus kompeten. Penyuluh yang kompeten dekat dengan petani, menguasai seluk-beluk penyuluhan dan mampu alih teknologi agar produktivitas dan pengolahan meningkat signifikan, meningkatkan nilai tambah dan daya tawar komoditas pertanian. Terpenting, penyuluh kompeten adalah mampu membuat petani tersenyum," kata Yuliana.
Kegiatan Sertifikasi Kompetensi Penyuluh Pertanian Polbangtan Medan dilaksanakan bertahap. Gelombang I pada 21 - 23 Agustus bagi alumni Prodi PPB. Gelombang II pada 23 - 26 Agustus bagi alumni PPP.
Sementara Tim Asesor meliputi dosen Polbangtan, penyuluh senior, widyaiswara dan praktisi yang ditunjuk oleh LSP Pertanian Kementan. Tim asesor terdiri atas Hermaya Rukka, Wahyu Windari, Yoyon Haryanto, Nurlisma, Ninik Dwi Handayani dan Tri Joko Paryono. [ira/timhumaspolbangtanmedan]