BOGOR - Bulan Ramadhan merupakan momen umat muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah S.W.T. Di bulan penuh berkah ini pula umat muslim berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan dan menjalankan amal sholeh lainnya.
Memanfaatkan momen bulan Ramadhan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian [BBPMKP] menggelar “Ramadhan Fair” sebagai sarana menebar kebaikan dengan mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi pangan lokal melalui bazar murah.
Konsumsi pangan lokal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, mendorong kemajuan perekonomian lokal, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Pangan lokal juga merupakan bagian dari budaya yang harus dijaga dan ditingkatkan secara masif, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa mencintai pangan lokal sama dengan mencintai petani kita.
"Pangan lokal di Indonesia sangat melimpah, mengkonsumsi pangan lokal dapat memperbaiki kualitas konsumsi masyarakat dan kita telah membantu petani kita sendiri," tegas Mentan Syahrul.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengajak agar seluruh insan pertanian untuk mengkonsumsi pangan lokal dan menghindari pangan impor.
"Pangan lokal kita banyak dan itu harus dimanfaatkan. Dengan mengkonsumsi pangan lokal berarti kita membeli pangan dari petani Indonesia, dan hal itu akan meningkatkan pendapatan petani. ,” ujar Dedi.
Ramadhan Fair bertemakan “Ramadhan, Tingkatkan Iman dan Taqwa dengan Mengkonsumsi Pangan Lokal, Sehat, dan Halal" merupakan rangkaian kegiatan hasil kolaborasi Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Al Huda, Koperasi Agro Humaniora, Dharma Wanita BBPMKP dan BBPMKP dalam memeriahkan bulan Ramadhan.
Kepala BBPMKP Yusral Tahir mengatakan bahwa makanan yang halal dan baik merupakan suatu kebutuhan penting dalam menjalankan ibadah.
"Makanan lokal yang diproduksi secara alami memiliki kandungan gizi yang lebih baik dan lebih sehat dibandingkan dengan makanan impor yang seringkali mengandung bahan kimia berbahaya. Dengan mengonsumsi pangan lokal, kita dapat membantu memajukan perekonomian lokal, memberikan kesempatan kerja pada masyarakat setempat, serta mengutangi ketergantungan impor dari negara lain," ucap Yusral dalam pembukaan Ramadhan Fair.
Yusral pun mengajak pada seluruh masyarakat untuk turut mendukung kegiatan bazar Ramadhan Fair.
"Mari seluruh komponen masyarakat untuk terus mendukung kegiatan ini, mulai hari pembukaan sampai dengan penutupan nanti," sambung Yusral.
Selain bazar murah, rangkaian kegiatan yang digelar dalam “Ramadhan Fair”, diantaranya Tausyiah Dzhuhur Rutin, Sholat Tasbih berjamaah, penghimpunan Ziswaf (Zakat, Infaq, Sidaqoh, dan Wakaf), Posko Zakat dan pendistribusian zakat, Donor Darah, Sebar Takjil, serta lomba marawis. Digelar selama dua hari dari Selasa hingga Jumat. Kegiatan tersebut mengundang antusiasme tinggi dari masyarakat sekitar. [nita/timhumasppmkpciawi]