TANGERANG - Visi dan misi Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia [PEPI] menjadi perguruan tinggi unggulan bertaraf internasional, terus diupayakan oleh Kementerian Pertanian RI.
Upaya tersebut mengacu pada Review Kurikulum, sebagai bentuk evaluasi kurikulum yang telah berjalan di PEPI Serpong guna penajaman pencapaian profil lulusan demi menjawab kebutuhan stakeholders.
Hal itu sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo yang menekankan pentingnya generasi milenial memperkuat sektor pertanian ke depan, maka perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan berperan penting mendukung regenerasi petani.
“Anak muda wajib memperkuat negaranya sendiri agar tidak mudah dikalahkan negara lain, perguruan tinggi wajib mencetak SDM unggulan dan memiliki karakter kuat di segala bidang," katanya.
Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan
SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi menekankan pada ciri pendidikan vokasi yang berhasil adalah lulusannya dapat diserap oleh dunia usaha dan dunia industri [DuDi].
“Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu dikawal dan dilibatkan DuDi dalam menyusun kurikulum, proses pembelajaran, dan tahapan lainnya sehingga lulusan memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan pasar kerja," kata Dedi Nursyamsi.
Upaya tersebut dilakukan PEPI Serpong pada Review Kurikulum melalui Focus Group Discussion [FGD] pada medio Januari 2023, yang dikawal oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP [Pusdiktan] Idha Widi Arsanti didampingi Direktur PEPI Serpong, Muharfiza serta dihadiri stakeholders dari pemerintah dan DuDi.
Pada FGD Review Kurikulum tersebut, Kapusdik mengurai tentang pendidikan politeknik lingkup Kementan, satu di antaranya adalah PEPI Serpong.
“Sebagai politeknik yang sedang berkembang diharapkan PEPI Serpong terus melakukan perbaikan sistem melalui kegiatan review kurikulum yang dapat mendukung visi dan misi PEPI Serpong menjadi perguruan tinggi unggul bertaraf internasional,” kata Kapusdik Idha Widi Arsanti yang akrab disapa Santi.
Menurutnya, pencapaian kualitas tidak bisa dilakukan semata oleh PEPI Serpong, karena itu perlu peran langsung stakeholder dan para users untuk memberikan masukan pada Kementan.
Direktur PEPI Serpong, Muharfiza menambahkan sebagai bentuk evaluasi kurikulum yang sudah berjalan pihaknya akan berupaya memberikan kebaruan menjawab kebutuhan DuDi, stakeholders dan users yang akan menjadi tempat bekerja alumni.
"Sekaligus untuk lebih menajamkan pencapaian profil lulusan sesuai arahan dari Kementan yang diberlakukan untuk mahasiswa tahun ajaran 2023/2024," katanya. [andriwan/timhumaspepiserpong]