27 Mei 2026
Pertanian

Kementan Tingkatkan Kapasitas Petani Milenial Melalui Pelatihan Agribisnis Smart Farming dan KUR

post-img
BPPSDMP KEMENTAN: Widyaiswara PPMKP Ciawi mengelaborasi tentang Smart Farming bagi peserta Pelatihan Agribisnis Smart Farming dan KUR Batch dari empat provinsi lokasi Program YESS, yang berlangsung selama 11 hari, 11 - 18 Maret 2023.

JAKARTA - Kementerian Pertanian RI mengajak para petani untuk memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat [KUR] dan Smart Farming guna menggenjot pembangunan pertanian yang menghasilkan produksi pertanian bernilai jual tinggi.

Salah satu strategi yang dilakukan Kementan melakukan penguatan kapasitas SDM pertanian melalui program Youth Enterpreneurship Supporting Services [YESS] menggelar Pelatihan Agribisnis Smart Farming dan KUR Batch bagi petani milenial di Pusat Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian [PPMKP] Ciawi selama delapan hari, 11 Maret – 18 Maret 2023.

Mentan Syahrul Yasin Limpo meyakini kemajuan pertanian turut didukung generasi milenial, karena memiliki semangat berinovasi yang tinggi untuk melakukan cara-cara yang baru terhadap penanganan pertanian maju, mandiri, dan modern.

“Generasi Z juga harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Harus berani menjadi petani modern atau mendirikan start-up pertanian,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan permodalan melalui KUR akan mendukung petani meningkatkan produktivitasnya. "Apalagi ditambah pemanfaatan teknologi smart farming yang akan mendukung keberlangsungan sektor pertanian," katanya.

Dedi Nursyamsi menambahkan membangun agribisnis itu selain mengandalkan inovasi teknologi era 4.0 dan Smart Farming, "Kita juga mesti mempunyai KUR sebagai modal menggerakkan roda pembangunan agribisnis."

Pengembangan Smart Farming bagi petani milenial dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kegiatan pendampingan pasca pelatihan, untuk memastikan implementasi oleh peserta pelatihan dan tercapainya tujuan utama dalam menghasilkan usaha agribisnis modern berbasis smart farming.

Smart Farming didefinisikan sebagai sistem pertanian berbasis teknologi yang dapat membantu petani meningkatkan hasil panen secara kualitas dan kuantitas, memberikan efisiensi biaya dan waktu produksi.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Kementan[Pusdiktan] Idha Widi Arsanti menjelaskan pelatihan Agribisnis Smart Farming dan KUR Batch 1 yang diikuti 45 peserta berasal dari empat provinsi lokasi Program YESS berlangsung selama delapan hari di PPMKP Ciawi.

“Kegiatan Pelatihan Agribisnis Smart Farming merupakan upaya membangun ekosistem pemberdayaan milenial melalui pebinaan dan pengembangan ekosistem pertanian digital internet of things dari hulu ke hilir,” kata Kapusdik Idha WA yang akrab disapa Santi saat membuka Pelatihan Agribisnis Smart Farming dan KUR di PPMKP Ciawi pada Senin [13/3].

Selama pelatihan, kata Santi, peserta akan mendapatkan pembelajaran dari fasilitator yang berasal dari unsur widyaiswara, akademisi, dan praktisi.

“Harapannya, peningkatan kapasitas yang signifikan dari peserta pelatihan yang mampu dapat implementasikan Smart Farming dengan indikator akses pembiayaan melalui KUR serta membentuk kemitraan usaha agribisnis modern,” kata Kapusdik Santi. [Esap]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup