07 April 2026
Pertanian

Metode Pembelajaran Polbangtan Kementan harus `Update` Iptek dan IT

post-img
POLBANGTAN MEDAN: Direktur Yuliana Kansrini [duduk, ke-5 kanan] beserta para wakil direktur dan Kabag Umum, Rajendra Rochyat [duduk, ke-3 kiri] beserta para peserta setelah membuka workshop yang berlangsung tiga hari di Medan.

MEDAN - Metode Pembelajaran pada Politeknik lingkup Kementerian Pertanian RI, Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] harus update [mengikuti] kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi [Iptek] serta perkembangan teknologi informasi [IT] tanpa mengabaikan filosofi keilmuan, sehingga dituntut koordinasi antar dosen kelompok keahlian dan kebijakan. 

Komitmen Kementan mengemuka pada Workshop ´Perencanaan Perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2022/2023´ Polbangtan Medan yang digelar di Medan, belum lama ini.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan salah satu ciri penyelenggaraan pendidikan berkualitas, adalah adanya proses perencanaan dalam setiap kegiatan pembelajaran, sehingga akan lebih terjamin hasilnya, apabila direncanakan secara baik dan terukur.

"Perguruan tinggi dituntut untuk dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal dan relevan," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan pendidikan D-IV pada Polbangtan, bertujuan menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, mandiri, dan berdaya saing di bidang pertanian dan berjiwa egrososioperenur dan memiliki jiwa pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Visi dan misi Polbangtan adalah menyiapkan SDM pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani," kata Dedi Nursyamsi.

Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini mengatakan penyusunan metode pembelajaran harus sesuai dengan perkembangan zaman, dengan tetap memahami filosofi dari keilmuan tersebut. 

"Perlunya koordinasi antar dosen kelompok keahlian, perubahan akibat dari teknologi dan kebijakan harus diantisipasi sehingga mudah beradaptasi," katanya saat membuka workshop yang dihadiri seluruh jajarannya.

Metode pembelajaran yang disusun, kata Yuliana, merupakan proses transfer keilmuan, tidak hanya berupa ceramah dan diskusi, bisa dikembangkan lebih luas. 

"Misalnya dengan pengayaan teknologi saat penyampaian materi, problem solving kasus, role play kegiatan yang mirip di lapangan sehingga lulusan memiliki standar," katanya pada workshop yang dihadiri Kepala Bagian Umum Polbangtan Medan, Rajendra Rochyat.

Yuliana pun merujuk pada kurikulum yang disusun oleh tim Prodi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan [TPTP] sudah sesuai, kopi dan kelapa sawit. "Peminatan bisa dimulai pada semester lima ke atas."

Kegiatan Workshop diikuti sejumlah Ketua Prodi di antaranya Ketua Prodi Penyuluhan Perkebunan Presisi, Iman Arman; Ketua Prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Tience Elizabeth Pakpahan; dan Ketua Prodi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan, Arie Hapsani Hasan Basri. Sementara peserta yang hadir antara lain dosen tetap, dosen tidak tetap, asisten dosen, SAAK dan BAU Polbangtan Medan. [ira/timhumaspolbangtanmedan]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup