TABALONG - Selama 40 jam dalam lima hari, atau rata-rata delapan jam per hari, di penghujung 2022 lalu, 26 - 30 Desember 2022, Widyaiswara dan tim pendukung dari BBPP Binuang menggembleng 15 Calon Penyuluh P3K [Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja] dari Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan [Kalsel] pada ´Pelatihan Manajemen Penyuluhan Pertanian´.
Pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, H Mohammad Mugeni didampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Dinas Peternakan, Norzain A Yani, yang didukung penuh oleh Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati atas inisiasi Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Tabalong bagi pembangunan pertanian daerah.
Balai Besar Pelatihan Pertanian [BBPP] selaku Unit Pelaksana Teknis [UPT] Kementerian Pertanian RI dalam hal ini BBPP Binuang membagi materi dalam kelompok dasar, kelompok inti dan kelompok penunjang berupa teori selama 10 jam dan 30 jam kegiatan praktik.
Materi pelatihan meliputi penyusunan data potensi wilayah, program penyuluhan pertanian, dasar-dasar penyuluhan pertanian, penyusunan rencana kerja tahunan penyuluh, metode penyuluhan pertanian, materi penyuluhan pertanian, praktik lapang metodologi penyuluhan pertanian diikuti presentasi hasil praktik lapang dan evaluasi pelaksanaan penyuluhan serta rencana tindak lanjut.
Inisiasi Pemkab Tabalong yang didukung BBPP Binuang, sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo agar pemerintah daerah terus melatih SDM pertanian khususnya penyuluh pertanian, untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi selaku pendamping dan pengawal petani di lapangan.
"Saya suka pada bupati dan gubernur yang agresif karena kita bisa memecahkan masalah secara langsung di lapangan," katanya.
Menurut Mentan Syahrul, persoalan pertanian memang harus dipecahkan bersama dengan mempererat komunikasi dan koordinasi antar lembaga/kementerian, serta pimpinan daerah hingga level camat dan lurah.
"Tidak bisa hanya menteri pertanian saja yang bekerja. Sandaranya tetap ada di kepala daerah yakni gubernur, bupati dan tentu dibantu Polri dan TNI," katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi yang berupaya memastikan dukungan jajarannya di daerah, khususnya BBPP, dapat mendukung kinerja pertanian di daerah.
"Pertanian Indonesia tak kalah maju dengan pertanian di negara. Sebab dari sisi teknologi dan informasi, Indonesia sudah memiliki beragam teknologi, termasuk pemanfaatan artificial intelligence atau kecerdasan buatan yang dikembangkan anak-anak bangsa," kata Dedi Nursyamsi.
Kepala BBPP Binuang, Yulia AK memastikan komitmen jajarannya mendukung pembangunan pertanian di wilayah Kalimantan, khususnya Kabupaten Tabalong, dengan terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM pertanian melalui pelatihan dan bimbingan teknis [Bimtek] secara daring maupun tatap muka [offline].
“SDM pengungkit utama peningkatan produktivitas pertanian. Imbasnya tentu peningkatan kesejahteraan petani, apabila ingin membangun pertanian, tingkatkan dahulu kualitas SDM-nya,” katanya.
Kadistan H Mohammad Mugeni berharap calon penyuluh P3K Tabalong dalam melaksanakan tugas mampu mengubah sikap, keterampilan dan pengetahuan petani untuk dapat meniru dan atau menerapkan apa yang disampaikan oleh penyuluh.
"Manfaatkan sebaik-baiknya hasil pelatihan yang sudah dilaksanakan oleh BBPP Binuang, agar bermanfaat bagi pembangunan pertanian Tabalong," katanya. [agus/timhumasbbppbinuang]