28 Mei 2026
Pertanian

Kementan Tinjau Kurikulum Program Studi Polbangtan Medan, untuk Usulan Prodi Baru

post-img
POLBANGTAN MEDAN: Sejumlah wakil direktur [Wadir] dan dosen, calon dosen dan para pemangku kepentingan dan staf tampak antusias mengikuti workshop usai dibuka oleh Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini.

MEDAN - Pengusulan Program Studi [Prodi] baru dan Peninjauan Kurikulum Prodi Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] dilakukan oleh Kementerian Pertanian RI pada Workshop Usulan Prodi Baru yang digelar Polbangtan Medan selama dua hari, 25 - 26 November 2022 di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara [Sumut].

Kegiatan Workshop dibuka oleh Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini yang menekankan tentang perlunya pembentukan Prodi baru, mengacu pada kebutuhan dunia usaha, industri dan kerja [DuDiKa] ke depan melalui pengembangan petani milenial dan wirausahawan muda pertanian terdidik.

Upaya Polbangtan Medan sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo tentang lulusan yang dihasilkan oleh pendidikan vokasi di lingkup Kementan melalui Polbangtan adalah lulusan yang berdaya saing, inovatif dan kreatif. 

"Oleh karenanya, SDM Pertanian yang dihasilkan harus memiliki kompetensi yang diakui dan sesuai dengan kebutuhan DuDiKa," katanya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi bahwa generasi milenial adalah kunci, dan pertanian modern adalah solusi untuk menarik generasi muda untuk terlibat dalam bisnis pertanian.

“Pertanian saat ini berbeda dengan sebelumnya. Kita masuk era pertanian internet of things dan artificial intelligent. Satelit sudah main. Bukti pertanian itu keren. Mental tak mudah menyerah, mandiri, adaptif, inovatif serta disiplin tinggi yang menjadi modal dasar keberhasilan pembangunan pertanian," katanya.

Dedi Nursyamsi menambahkan strategi Kementan, terus mencari peluang membangun ekosistem kewirausahaan bagi generasi muda, guna mengoptimalkan pemanfaatan potensi demografi tersebut. Pengembangannya, dengan mengedepankan kolaborasi bersama bersama berbagai pihak terutama DuDiKa.

Direktur Yuliana Kansrini kepada lebih 35 peserta workshop mengatakan bahwa tujuan Workshop di Hotel Santika Medan, untuk merumuskan masukan terkait kurikulum yang terbaru dan beberapa usulan pembentukan Prodi sesuai kebutuhan DuDiKa.

"Workshop diharapkan dapat mendukung upaya Kementan menghasilkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan DuDiKa," katanya.

Yuliana menambahkan, kegiatan workshop juga berupaya merumuskan nomenklatur Prodi baru, profil lulusan dan kurikulum yang akan digunakan pada masing-masing Prodi baru.

"Tak kalah penting, penyelesaian dokumen terkait pengusulan Prodi baru dan peninjauan kurikulum Prodi Penyuluhan Perkebunan Presisi dan Penyuluhan Pertanian," katanya lagi. [ira/timhumaspolbangtanmedan]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup