28 Mei 2026
Pertanian

Kementan Sokong BBPP Binuang gelar Evaluasi Pasca Pelatihan di Kalteng

post-img
BBPP BINUANG: Kegiatan Evaluasi Pasca Pelatihan di BPP Kapuas, Kalteng merupakan serangkaian kegiatan untuk menentukan relevansi kurikulum untuk pelaksanaan tugas lulusan pelatihan dan dampak peningkatan kinerja.

KAPUAS - Evaluasi Pasca Pelatihan [EPP] bagi SDM pertanian, menjadi perhatian Kementerian Pertanian RI guna mengetahui sejauh mana pencapaian tujuan pelatihan, gambaran tentang kondisi faktor situasional yang menghambat purnawidya menerapkan materi pelatihan, feedback dari lapangan untuk penyempurnaan kurikulum pelatihan ke depan dan dampak pelatihan.

Upaya tersebut menjadi concen Balai Besar Pelatihan Pertanian [BBPP] seperti halnya dilakukan BBPP Binuang menggelar EPP di Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah pada, belum lama ini.

Hal itu sejalan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo tentang pentingnya EPP, karena sebuah pelatihan tidak bisa dianggap berhasil hanya ketika pelatihan selesai digelar, atau ketika laporan pelatihan dijilid bagus dengan hard cover yang mengkilap dan terlihat “wah”. 

"Jika penyelenggara diklat hanya berpikir sampai di situ, maka terdapat siklus penyelenggaraan diklat yang ‘dilanggar’, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi," katanya.

Mentan Syahrul mengingatkan bahwa pendidikan dan pelatihan merupakan suatu proses pembelajaran dalam organisasi yang mengarah pada perubahan sikap dan perilaku dalam memenuhi harapan kualifikasi kerja dan tuntutan perkembangan organisasi baik internal maupun eksternal. 

"Pelatihan tetap dipandang sebagai instrumen pengembangan kompetensi SDM pertanian yang strategis. Kegiatan diklat memerlukan biaya cukup besar, maka hasil dan manfaat pelatihan harus sebanding dengan biaya yang dikeluarkan," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengingatkan bahwa petani harus mengetahui proses pertanian dari hulu sampai ke hilir, yang diperolehnya melalui pelatihan yang digelar oleh UPT Pelatihan seperti BBPP yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Dari mengolah lahan sampai pengemasan hingga pemasaran dan penjualan. Hal itu akan menjadi nilai lebih buat petani. Pelatihan memiliki peran vital untuk meningkatkan pengetahuan SDM pertanian didukung oleh kinerja penyuluh di lapangan," katanya.

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati mengatakan kegiatan EPP di BPP Kapuas, merupakan serangkaian kegiatan untuk menentukan relevansi kurikulum untuk pelaksanaan tugas lulusan pelatihan dan dampak peningkatan kinerja.

"Selain itu, fungsi EPP memberikan rekomendasi untuk penempatan lulusan pelatihan sesuai pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh peserta pelatihan," katanya.

Kabalai Binuang, Yulia AK mengurai tentang objek evaluasi adalah purnawidya yang telah mendapatkan pelatihan dari BBPP Binuang. Adapun pelatihan tersebut antara lain Operasional dan Perwatan Alsintan Traktor Roda Dua [TR 2], Pengendalian OPT dengan Konsep Pengendalian Hama Tanaman [PHT], Pemeliharaan Padi Lahan Pasang Surut dan Usaha Agribisnis.

"Melalui kegiatan EPP, BPP Binuang ingin mengetahui efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pelatihan. EPP juga digunakan untuk memperoleh informasi terkait dengan kekurangan sehingga nantinya pelatihan dapat diperbaiki dan diberikan keputusan apakah perlu diperbaiki terkait kurikulum atau metodenya," kata Yulia. [mia/agus/timhumasbbppbinuang]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup