28 Mei 2026
Pertanian

BBPP Kementan gelar Evaluasi Pasca Pelatihan di Kalteng, Ukur Keberhasilan Diklat

post-img
BBPP BINUANG: Kegiatan Evaluasi Pasca Pelatihan oleh BBPP Binuang menggunakan metode Skala Guttman Level IV. Sementara kegiatan evaluasi dilakukan serentak pada beberapa titik, pengambilan kegiatan evaluasi dilakukan bagi kecamatan yang telah dilatih di Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng.

PULANG PISAU - Program Evaluasi Pasca Pelatihan merupakan sarana mengukur dan menilai capaian hasil yang direncanakan secara obyektif, sehingga dapat ditentukan tingkat keberhasilannya. Hasil tersebut diharapkan dapat menjadi umpan balik untuk perencanaan penyelenggaraan pelatihan ke depan, dan  berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja alumni. 

Kementerian Pertanian khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] menggelar Program Evaluasi Pasca Pelatihan melalui unit pelaksana teknis [UPT] Pelatihan, Balai Besar Pelatihan Pertanian seperti BBPP Binuang, yang telah menggelar sejumlah kegiatan pelatihan di wilayah Kalimantan antara lain Provinsi Kalimantan Tengah [Kalteng].

Guna mendukung upaya tersebut, BBPP Binuang menggelar kegiatan evaluasi selama dua hari, 12 - 13 September 2022, di Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Jabiren di Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng. Topiknya, EPP adalah Pelatihan Tematik Berbasis Korporasi Mendukung Food Estate Kalteng dalam Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman [OPT] dengan konsep Pengendalian Hama Terpadu [PHT].

Upaya tersebut sejalan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa Kementan harus mendukung peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM pertanian melalui pelatihan-pelatihan yang digelar UPT Kementan di seluruh Indonesia melalui kerjasama dengan stakeholders.

“Petani tidak akan bisa berkembang apabila berjalan sendiri-sendiri. Petani harus berkelompok atau tim agar lebih kuat sebagai ujung tombak pembangunan pertanian, dengan mengembangkan pertanian dari hulu ke hilir,” katanya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi bahwa petani harus mengetahui proses pertanian dari hulu sampai ke hilir, yang diperolehnya melalui pelatihan yang digelar oleh UPT Pelatihan seperti BBPP yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Dari mengolah lahan sampai pengemasan hingga pemasaran dan penjualan. Hal itu akan menjadi nilai lebih buat petani. Pelatihan memiliki peran vital untuk meningkatkan pengetahuan SDM pertanian didukung oleh kinerja penyuluh di lapangan," katanya.

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati mengatakan bahwa kegiatan Evaluasi Pasca Pelatihan dibutuhkan untuk mengambil keputusan tentang sejauh mana efektifitas hasil diklat di lingkungan kerja dan lapangan. 

"Dalam melakukan evaluasi pasca diklat, diperlukan perencanaan, tujuan, sasaran dan instrumen yang akan digunakan agar menghasilkan sebuah analisa dan kesimpulan yang baik untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat sasaran," katanya.

Kabalai Yulia AK menambahkan pihaknya menggunakan metode Skala Guttman Level IV.  Sementara kegiatan evaluasi dilakukan serentak pada beberapa titik,  pengambilan kegiatan evaluasi dilakukan bagi kecamatan yang telah dilatih di Kabupaten Pulang Pisau.

Sementara Enumurator yang bertugas untuk evaluasi di Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau dari BBPP Binuang yakni Susmawati dan Rabiatus Salatiyah.

"Dari kegiatan evaluasi pasca pelatihan yang telah dilaksanakan  di Kecamatan Jabiren, terlihat bahwa  pelatihan yang dilaksanakan oleh BBPP Binuang, berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan petani dan berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas petani, nilai tambah petani dan luas tanam. [susma/agus/timhumasbbppbinuang]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup