28 Mei 2026
pertanian

Tingkatkan Kompetensi , BBPP Kementan gelar Praktik Lapang bagi Penyuluh Kalsel

post-img
BBPP BINUANG: Peserta pelatihan Fungsional Alih Kelompok bagi Penyuluh Pertanian saat mengidentifikasi potensi wilayah bersama petani sekitar.

BINUANG - Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan berulang kali mengingatkan tentang pentingnya peran penyuluh dan petani dalam mendukung terwujudnya tujuan pembangunan pertanian Indonesia saat ini dan ke depan.

"Ke depan, tantangan sektor pertanian akan semakin banyak, khususnya terkait pemanasan global dan perubahan iklim," katanya.

Mentan Syahrul menambahkan pada zaman disruptif seperti saat ini, penyuluh dituntut mampu selalu bisa beradaptasi terhadap perubahan guna memastikan peran sebagai katalisator dapat terwujudkan. 

Kepala Badan PPSDMP Kementan Dedi Nuursyamsi menekankan bahwa menjadi penyuluh pertanian merupakan pekerjaan mulia dan luar biasa, karena penyuluh adalah agen of change yang mampu merubah dan mengatasi permasalahan yang dialami oleh petani.

"Tuntutan tugas memerlukan inovasi dan kreativitas dari seorang penyuluh, sehingga ketika berada di lapangan, penyuluh mampu memberikan solusi. Apalagi di tengah makin derasnya arus informasi dan teknologi, setiap orang bisa mengakses apapun yang mereka butuhkan," katanya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, saat ini yang kita perlukan adalah penyuluh luar biasa. Kalau seorang penyuluh bekerja dengan fasilitas yang ada bisa maksimal, itu biasa-biasa saja. 

"Akan tetapi, jika penyuluh mampu bekerja dengan keterbatasan sarana dan prasarana, maka penyuluh tersebut adalah penyuluh luar biasa. Jadi, yang kita perlukan saat ini adalah penyuluh yang luar biasa, bukan penyuluh yang mudah mengeluh," katanya lagi.

Guna mendukung hal tersebut, dalam upaya membekali penyuluh menjawab tantangan tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian [BBPP] di wilayah Kalimantan, dalam hal ini, BBPP Binuang menggelar Praktik Lapang Kompetensi Dasar bagi Penyuluh Pertanian di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Mereka merupakan peserta Pelatihan Fungsional Alih Kelompok bagi Penyuluh Pertanian, yang telah menerima materi penyuluhan selama delapan hari di BBPP Binuang. 

Dari total 29 peserta yang mengikuti pelatihan, masing-masing 10 peserta ditempatkan pada tiga kecamatan yakni Kecamatan Padang Batung, Kecamatan Telaga Langsat dan Kecamatan Kandangan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang berlangsung selama lima hari,  27 hingga 31 Agustus 2022.

Selama praktek kompetensi, peserta yang notabene penyuluh diharuskan menginap di rumah petani dan di Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] guna menyelami dan melaksanakan praktik identifikasi potensi wilayah, membuat program, rencana kerja tahunan penyuluh, evaluasi penyuluhan, melakukan kunjungan ke lahan petani, memberikan materi penyuluhan demonstrasi cara dan diskusi.

Sejumlah kegiatan tersebut dipandu oleh Widyaiswara BBPP Binuang yakni Soleh Wahyudi, Angga Bayu Saputra dan Retno Hermawan. Selain widyaiswara, peserta juga didampingi oleh tiga penyuluh setempat, dan ketua kelompok tani (Poktan).

Pada kegiatan di desa, Kordinator BPP Telaga Langsat, Suhaimi  menyatakan bahwa kegiatan penyuluhan pertanian yang dirancang peserta sangat baik dan berguna bagi petani sebagai wahana belajar bersama dengan penyuluh di tempat praktik lapang.

“Kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan menjadi solusi serta mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi petani saat ini,” katanya.

Dari sisi petani juga merasa sangat bersyukur karena sudah dikunjungi oleh peserta dan mencoba membantu memecahkan permasalahan yang terjadi di poktannya.

"Peserta praktik lapang dari BBPP Binuang menambah wawasan kami, bisa sharing pengalaman dan menambah pengetahuan terhadap permasalahan kami di lapangan," katanya.

Kegiatan praktek kompetensi menjadi ajang adaptasi bagi peserta penyuluh pertanian yang nantinya akan terjun langsung ke lapangan. Hal ini dirasakan oleh peserta dari Provinsi Kalimantan Timur, Joko Waluyo yang menyatakan bahwa banyak pengalaman yang baru.

“Saya dapat mempelajari budaya lingkungan sekitar dan dapat belajar bagaimana cara bertani masyarakat setempat, di mana hal tersebut dapat menjadi modal berharga ketika kami kembali untuk melakukan penyuluhan di wilayah kami,” tambahnya. [Bayu/Agus]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup