28 Mei 2026
pertanian

Kementan dan DPR RI Dukung Penerapan Pertanian Organik di Lampung Tengah

post-img
SMKPPN SEMBAWA: Kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh di Bandar Jaya Business Convention Hotel.

LAMPUNG TENGAH - Kementerian Pertanian RI mendapat dukungan Komisi IV DPR RI dalam melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh untuk mendorong pertanian organik.

Kegiatan Bimtek bertema `Pemanfaatan Pestisida Nabati pada Pertanian Organik dan Transformasi Pertanian Digital Angkatan II` yang diselenggarakan di Lampung Tengah, merupakan inisiasi Komisi IV DPR dengan Kementan khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dari kegiatan serupa di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan mengatakan, Kementan ingin para petani bisa menghasilkan pupuk organik secara mandiri dengan kualitas lebih baik dari pupuk anorganik saat ini.

“Hasil pertanian non pestisida itu punya kualitas lebih bagus dan pasarnya bisa lebih besar. Pupuk organik ini akan semakin menguntungkan ke depan. Seharusnya petani memang bisa memproduksi sendiri,” jelas Syahrul

Dedi Nursyamsi selaku Kepala BPPSDMP mengajak penyuluh senantiasa mengingatkan petani memaksimalkan pemakaian pupuk organik, meningkatkan kualitas tanaman dan kuantitas hasil panen.

“Seperti halnya manusia dan hewan, tanaman butuh makanan setelah oksigen dan air. Makanannya disebut sebagai unsur hara, untuk pertumbuhan tanaman," dan pupuk organik merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produksi kata Dedi Nursyamsi.

Pada kesempatan berbeda, Anggota Komisi IV DPR RI Dwita Ria Gunadi menyampaikan produk pertanian yang ramah lingkungan saat ini mulai menjadi tren dan banyak dicari konsumen. Pertanian ramah lingkungan dapat didukung melalui penggunaan pestisida nabati untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman.

"Saat ini telah banyak produk pertanian yang ditawarkan pada masyarakat mengandung berbagai bahan berbahaya (misalnya residu pestisida sintetik) yang terikutkan dalam produk pertanian yang dapat mengancam kesehatan masyarakat apabila dikonsumsi dalam jangka panjang," ujar Dwita

Menurutnya, salah satu upaya pengurangan pestisida kimia adalah pestisida nabati yang bahan bakunya berasal dari alam. Selain itu peluang pasar pestisida nabati juga masih terbuka lebar di Indonesia sehingga penting untuk dikembangkan.

Narasumber bimtek Widyaiswara BPP Lampung Ayu Octavia memaparkan materi tentang pestisida nabati untuk pertanian organik.

"Pestisida Nabati merupakan pestisida yg berasal dari tanaman berupa daun, batang, ranting, buah, biji atau akar. kandungan senyawa yg digunakan untuk mengatasi hama penyakit tanaman," ujar Ayu

Menurutnya, pestisida nabati yang digunakan tidak meninggalkan residu pada tanaman, sehingga pestisida nabati mudah terurai bila digunakan sesering mungkin. Hal yang dapat mengurai pestisida nabati, yaitu hujan dan terik matahari.

"Penggunaan pestisida nabati secara bertahap, artinya penggunaan pestisida kimia dikurangi sedikit-sedikit dan pestisida nabati ditingkatkan sampai 100% secara kontinyu. Jenis pestisida nabati yang biasa digunakan berupa daun dan buah sirsak, daun dan biji mimba, daun tembakau, daun pepaya, serta lainnya." tutur Ayu.

Turut hadir pada bimtek ini ketua komisi III DPRD Provinsi Lampung, wakil ketua II DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Lampung Tengah, Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Kepala SMKPPN Sembawa dan 50 penyuluh Lampung Tengah.

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup