28 Mei 2026
Pertanian

Jamur Tiram, Mahasiswa Polbangtan Kementan Belajar Agribisnis di Asahan

post-img
POLBANGTAN MEDAN: Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini berkomitmen melaksanakan instruksi Mentan Syahrul Yasin Limpo dan arahan Kabadan Dedi Nursyamsi untuk mengembangkan regenerasi petani Sumatera.

ASAHAN - Kementerian Pertanian RI khususnya Polbangtan Medan memberikan kesempatan pada mahasiswa mengembangkan perilaku, sikap, dan keterampilan melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) di UD Arya Mushroom, pengelola Rumah Jamur 208 Asahan, yang memberi kesempatan enam mahasiswa mengenal dan memahami dunia usaha dan dunia industri [DuDi].

PKL Mahasiswa Prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Jurusan Pertanian tersebut mengikuti pembuatan media tanam [baglog], membuat bibit jamur F0 dan olahan jamur tiram serta pemasarannya via online. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Jamur 208 Asahan yang berlokasi di Kelurahan Siumbut Baru, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan di Provinsi Sumatera Utara. 

PKL dijadwalkan berlangsung satu bulan, 15 Maret - 15 April 2022 sementara pelaporan progress dilakukan tiap pekan melalui grup WA untuk koordinasi, bimbingan, pengarahan, dan pengajuan pertanyaan apabila menemui kendala.

Upaya Polbangtan Medan sejalan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa Indonesia  negara besar yang memiliki sumberdaya alam [SDA] dan sumberdaya manusia [SDM] yang baik dan melimpah. 

“Salah satu SDA potensial adalah pertanian, menjadi sektor yang  paling siap melanjutkan pembangunan ke depan. Namun, pengembangannya memerlukan SDM yang menguasai sains, riset, penguasaan mekanisasi, dan hilirisasi yang baik,” kata Mentan Syahrul.

Dia juga mengutarakan komitmen Kementan dalam menyiapkan SDM pertanian yang  berjiwa wirausaha terus dilakukan dan menjadi salah satu fokus utama.  

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa kegiatan PKL pada DuDi agribisnis akan mendorong lahirnya wirausahawan agribisnis yang andal menjawab tantangan DuDi ke depan.

"Selain itu, kegiatan PKL memberi manfaat bagi mahasiswa berupa pengalaman dan pengetahuan tentang DuDi, mahasiswa pun terlatih untuk bekerja profesional serta adaptasi dan kerjasama tim dalam lingkungan kerja," katanya.

Dedi Nursyamsi mengingatkan, "jadilah lulusan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri maupun orang lain,” katanya saat membuka zoom meeting pada Millennial Agriculture Forum yang digelar oleh oleh SMK Pertanian Pembangunan Negeri Sembawa, belum lama ini. 

Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini mengatakan Program PKL merupakan program yang diwajibkan bagi setiap perguruan tinggi melalui beberapa program, utamanya DuDi, untuk mendukung lahirnya job creator dan job seeker yang mumpuni.

"Polbangtan Medan sebagai penyelenggara pendidikan tinggi vokasional bidang pertanian Kementan wajib mendukung pembangunan pertanian," kata Yuliana.

Almabrurah Pasi, mahasiswa peserta PKL menyatakan syukur dan terima kasih atas kesempatan PKL tersebut, sehingga mendapat pengalaman dan membuka wawasan tentang budidaya jamur. Mulai dari pembuatan media tanam [baglog], sterilisasi baglog, inokulasi bibit jamur, proses inkubasi hingga pembuatan bibit jamur F0.

“Kami bersyukur karena diajarkan mengolah jamur tiram menjadi berbagai olahan makanan seperti jamur crispy, jus jamur, sop jamur, dan sambal jamur," katanya.

Mahasiswa PKL Polbangtan Medan juga mendapat tugas meramu pestisida nabati untuk mengendalikan hama dan membuat iklan pemasaran olahan jamur crispy secara online melalui media sosial. [timhumaspolbangtanmedan]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup