26 Mei 2026
Kisah Nyata

10 Detik Peluru dari Sniper Kanada Capai Target 3,5 Km

post-img
MILITER: Sniper membidik begitu jauh sehingga peluru membutuhkan waktu hampir 10 detik untuk mencapai sasaran mematikan dan peluru meluncur dengan kecepatan 792 meter per ham (mph). (Infografis: MailOnline)

PENEMBAK jitu dari pasukan elit Kanada membidik begitu jauh sehingga peluru membutuhkan waktu hampir 10 detik untuk mencapai sasaran mematikan dan peluru meluncur dengan kecepatan 792 meter per ham (mph).

Sniper menahan napas sebelum menembak targetnya. Pengintai yang mendampingi akan segera memberitahu penembak jitu apakah pelurunya telah mencapai sasaran. Apabila gagal maka keduanya memiliki waktu sekian detik untuk segera menyesuaikan diri sebelum posisi mereka diketahui musuh dan mencoba menembak target lagi.

Penembak jitu tersebut adalah bagian dari Pasukan Gabungan 2, yang menangani kontraterorisme, operasi penembak jitu dan penyelamatan sandera. Tadi malam waktu setempat seorang juru bicara militer mengatakan bahwa satgas tidak melakukan patroli dengan pasukan tempur terkemuka namun berada di lokasi operasi untuk ´memberi peluang pasukan keamanan Irak yang berada dalam misi tempur yang sulit´.

Juru bicara tersebut mengatakan: "Ini merupakan bentuk koordinasi yang baik dalam merencanakan operasi dan bantuan mereka untuk mengalahkan pasukan ISIS dengan memanfaatkan kemampuan pasukan koalisi."

Penembak jitu tersebut mengambil alih rekor dari penembak jitu Inggris Craig Harrison, yang membunuh dua penembak mesin Taliban dari jarak lebih dari satu setengah mil jauhnya pada November 2009.

Komando Pasukan Khusus Kanada mengonfirmasi sniper mereka memecahkan rekor baru ´berhasil mencapai target´ dari jarak 3,5 km atau 11.614ft, menundukkan
rekor sebelumnya hanya 1,5 mil (2,4 km).

Kopral Harrison dari Inggris menggunakan senjata penembak jitu Angkatan Darat yang paling kuat, senapan jarak jauh L115A3 buatan Inggris. Butuh enam detik baginya untuk mengetahui apakah tembakannya berhasil. Veteran dari pasukan Kavaleri tersebut melepaskan tembakan setelah komandannya dan tentara Afghanistan diserang saat melakukan patroli di Provinsi Helmand seperti dilansir MailOnline.

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup