26 Mei 2026
Kisah Nyata

APD Seksi, Kiat Perawat Cantik Rusia Hibur Pasien Covid-19 di Tula

post-img
HIBUR PASIEN: Seorang pasien mengatakan tidak ada pasien pria yang menyatakan keberatan di bangsal coronavirus dan hanya ´risih´ saja menyaksikan kejadian langka tersebut [Foto: MailOnline]

SEORANG perawat wanita di ruang unit perawatan intensif [ICU] pasien pria di Rusia harus menjalani sanksi disiplin, lantaran tindakan tidak senonoh mengenakan ´pakaian dalam´ di balik alat pelindung diri [APD] yang transparan.

Foto seksi sang perawat lantas menjadi viral setelah difoto seorang pasien di sebuah rumah sakit khusus pasien Covid-19 di Tula, 160 km selatan Moskow, ibukota Rusia, yang dikatakan sang pemotret bahwa tidak ada keluhan dari rekan-rekannya sesama pasien.

Kendati begitu, kepala rumah sakit tetap gusar dan memilih menghukum sang perawat cantik karena dituding ´tidak mematuhi persyaratan untuk pakaian medis´.

Tenaga medis jelita yang tidak disebutkan namanya berusia 20-an mengatakan dia ´kepanasan´ mengenakan APD sesuai persyaratan medis penangangan Covid-19.

Dia mengatakan kepada manajernya di Rumah Sakit Klinik Regional Tula bahwa dia tidak menyadari APD yang dia kenakan ketika merawat pasien coronavirus sangat transparan.

Meskipun demikian, kementerian kesehatan daerah melaporkan bahwa ´sanksi disiplin diterapkan pada perawat departemen penyakit menular yang melanggar persyaratan [seragam]´.

Awalnya para pimpinan rumah sakit mengatakan wanita itu mengenakan ´pakaian dalam´ tetapi kemudian mengklaim bahwa dia mengenakan ´pakaian renang´ di balik gaun transparan tersebut.

Sang perawat belum berbicara secara terbuka tentang insiden tersebut dan mengungkap lebih rinci tentang tindakan indisipliner tersebut.

Seorang pasien mengatakan tidak ada pasien pria yang menyatakan keberatan di bangsal coronavirus dan hanya ´risih´ saja menyaksikan kejadian langka tersebut.

Seorang pembaca koran lokal Tula News memberi selamat kepada perawat itu. "Setidaknya seseorang memiliki selera humor dalam kenyataan yang suram dan suram ini," kata Sergey Ratnikov.

"Kenapa ditegur?" tanya Albert Kuzminov.

Pendukung aksi sang perawat seksi mengatakan: "Semua orang meneriakinya, tetapi tidak ada yang memperhatikan bahwa dia berpakaian seksi tersebut karena kepanasan."

´Mungkin kamu perlu berteriak pada manajemen rumah sakit ... karena tidak ada AC normal di sini.´

Seorang komentator wanita Marina Astakhova memposting: ´Bagus sekali, dia membangkitkan suasana gembira bagi para pasien.´

Dan Valery Kapnin menulis: ´Mengapa menghukum perawat, Anda perlu menghadiahinya. "Melihat pakaian seksi tersebut, pasien akan lebih semangat untuk bertahan hidup."

Insiden itu terjadi ketika kepala pusat pemantauan Covid-19 Rusia, seorang mantan dokter TV, Alexander Myasnikov, mengejutkan penonton dengan berbicara terus terang tentang krisis coronavirus.

"Infeksi bagaimanapun akan memakan korban," katanya. "Itu akan memakan biaya. "Lagi pula kita semua akan sakit.

"Mereka yang seharusnya mati akan mati."

Hingga Selasa, Rusia memiliki total 299.941 kasus infeksi, dengan jumlah kematian resmi 2.837.

Banyak ahli meyakini statistik Rusia menggarisbawahi tingkat sebenarnya dari kematian. Secara resmi, Tula memiliki 2.637 infeksi dengan 19 kematian seperti dilansir MailOnline.

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup