PERISTIWA langka terjadi ketika seekor buaya mencengkeram jasad seorang pria di rahangnya setelah seorang pawang buaya memanggilnya untuk mengembalikan jenazah pria malang tersebut.
Pria yang hilang, yang diidentifikasi sebagai Syarifuddin, 41, sedang mandi di sungai bersama teman-temannya saat binatang itu menerkam dan menyeretnya ke bawah air di Berau, Kalimantan Timur pada Selasa petang pukul 18:20 waktu setempat.
Keluarga korban yang panik dikabarkan nyaris putus asa mencari korban dan diperkirakan jasadnya tenggelam di dasar Sungai Lampake setelah polisi gagal menemukan korban.
Penduduk desa menghubungi ´pawang buaya´ dan diyakini sang dukun merapal mantera khusus memanggil sang buaya untuk mengembalikan Syarifuddin dalam keadaan hidup. Luar biasa, jasanya kemudian muncul beberapa hari kemudian.
Hewan pemangsa ini terlihat mengapung ke tepi sungai dengan mencengkeram jasad Syarifuddin di rahangnya saat kerumunan berkumpul melihat, seperti tampak pada foto-foro dari rekaman video dari tempat kejadian.
Sang buaya kemudian melepaskan jasad korban yang diperkirakan adalah buaya laut, yang tubuhnya bisa mencapai 5,2 meter di usia dewasa, dan sang buaya tampaknya berupaya menjaga jasad korban agar tidak dimangsa oleh buaya lain.
Teman korban bernama Andi Resmin yang bersama Syarifuddin saat diterkam oleh buaya mengatakan: "Dia sedang berada di air saat disergap buaya dan kemudian membawanya pergi."
Penduduk setempat, Eet, mengatakan ada mitos lokal bahwa siapa pun yang mandi dengan pakaian di sungai akan baik-baik saja - tapi mandi telanjang akan diserang buaya.
Dia bilang: ´Jika orang mandi telanjang, pastilah akan dimakan buaya, pasti. Kalau berenang memakai pakaian tidak akan disergap buaya."
Syarifuddin ditemukan tewas dan mengalami luka pada tulang rusuk di bagian kanan tubuhnya.
Kepala Polsek Talisayan Iptu Faisal Hamid mengatakan saat ini pihaknya sedang menyelidiki kejadian tersebut, dan mengatakan: ´Teman korban melaporkan ke polisi bahwa dia diserang seekor buaya. Malam itu kami melakukan pencarian.´
Polisi mengatakan bahwa tidak ada yang dikembalikan malam itu dan oleh karena itu penduduk menghubungi seorang pawang buaya dan mayat tersebut muncul keesokan harinya pada Rabu.
Iptu Faisal Hamid mengatakan bahwa ´sangat aneh´ bahwa tiga buaya muncul dari sungai, menunjukkan bahwa mayat orang tersebut terlindungi sehingga ´korban dikembalikan´.
Dia mengatakan: ´Orang juga mandi di air, jadi sekali lagi, dia sial karena disergap dan dibunuh oleh buaya.´
Inspektur Polisi Hamid mengatakan bahwa ´yang penting adalah mayat ditemukan´ dan bahwa penduduk setempat sekarang ´berburu buaya yang menyerang´ korban seperti dilansir MailOnline.