26 Mei 2026
Kisah Nyata

Pria Ceko Pergi Kerja dengan Pesawat Kayu Buatan Sendiri

post-img
TEKNOLOGI: Pesawat yang hampir seluruhnya terbuat dari kayu, memiliki konsumsi bahan bakar enam liter bensin per jam dan dapat mencapai kecepatan tertinggi 146 km per jam (Foto2: MailOnline)

FRANTISEK Hadrava bukanlah pengguna kendaraan angkutan umum seperti digunakan banyak orang.

Perjalanannya berawal, ketika tukang kunci dari Ceko memarkir kendaraannya dekat sebuah gedung, dan dia harus menggunakan empat ruang parkir mobil.

Pria berusia 45 tahun ini menganggap perjalanan ke tempat kerja selama 14 menit terlalu lama. Jadi dia memotong waktu tempuh menjadi separuhnya.

Lihat saja gaya Frantisek, 45, dari Zdikov di Republik Ceko, kini perjalanannya ke tempatnya bekerja dengan pesawat ringan dari kayu setelah merancang dan membangunnya selama dua tahun.

Penerbangannya ke tempat kerja kurang dari tujuh menit dan dia menganggap pesawat lebih murah dibandingkan dia menggunakan mobil, yang harus ditempuh sejauh 15 km dengan mobil.

Merujuk pada pesawat terbang ringan buatan AS yang disebut Mini-Max, pesawat Vampira yang dibuatnya dengan biaya 100.000 Koruna Ceko atau sekitar 55 jutaan.

Pesawat ini dengan kokpit terbuka, baling-baling didukung oleh mesin 3-silinder yang dibuat oleh Verner, perusahaan Ceko.

Frantisek mengatakan bahwa pesawat, yang hampir seluruhnya terbuat dari kayu, memiliki konsumsi bahan bakar enam liter bensin per jam dan dapat mencapai kecepatan tertinggi 146 km per jam.

"Perlu waktu sekitar 12-14 menit dengan mobil," kata Frantisek.

´Dengan pesawat, saya butuh waktu sekitar empat sampai lima menit jika saya terbang langsung, tapi saya mengambil jalan agak memutar sehingga saya tidak mengganggu orang lain di pagi hari. Sehingga dibutuhkan sekitar tujuh menit."

Namun, Frantisek hanya dapat menggunakan pesawat jika cuaca cerah.

Rabu pagi, Frantisek terbang rendah melalui hutan, menerbangi lereng pegunungan Sumava pada pukul 06:00 di Drevostroj, sebuah pabrik kecil di kota Ckyne yang membuat peralatan mesin untuk industri kehutanan.

Dia mendarat di padang rumput di seberang jalan dari pabrik.

Dia kemudian harus mendorong pesawat menyeberangi jalan, yang mengarah ke perbatasan Jerman, untuk parkir di luar pabrik.

Karyawan perusahaan lainnya, yang datang belakangan, memarkir mobil mereka dekat pesawat.

Frantisek juga membangun sebuah replika pesawat tempur Jerman dari Perang Dunia I Fokker Dr I, dan rencana berikutnya adalah membangun pesawat bersejarah dari Prancis, Deperdussin, seperti dilansir MailOnline.

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup