26 Mei 2026
Kisah Nyata

Kobaran Api, Kiat Nelayan Taiwan Tangkap Ikan Sarden

post-img
BERTAHAN HIDUP: Memancing ikan dengan api pertama kali dipraktekkan selama periode Jepang menguasai Taiwan, antara 1895 dan 1945, tapi sekarang Jinshan adalah satu-satunya tempat yang mempertahankan hal itu (Foto2: MailOnline)

FOTO-FOTO yang menarik memperlihatkan cara menangkap ikan di Taiwan yang berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

Menyalakan tongkat bambu yang dibaluri belerang yang mudah terbakar untuk menarik perhatian sarden melompat mendekati nyala api, sekitar 30 nelayan di lepas pantai timur laut sedang menangkap ikan sekaligus mempertahankan tradisi kuno yang tetap hidup.

Dulu ada 300 kapal menggunakan metode ini setiap malam tapi sekarang hanya ada tiga, menurut asosiasi nelayan lokal di Kabupaten Jinshan, di utara Taipei.

Para nelayan yang bertahan memanfaatkan musim yang berlangsung selama tiga bulan dari Mei hingga Juli; di mana mereka menghabiskan malam hingga enam di laut untuk menangkap antara tiga hingga empat ton ikan sarden.

Mereka untung banyak, menangkap ikan di malam yang cerah, dengan perolehan lebih US$4.500. Hanya cuaca buruk yang memaksa mereka menepi ke pantai.

´Penghasilan harian saya tidak stabil, tetapi untuk bertahan hidup saya harus berlayar," kata Jian Kun, pemilik perahu usia 60 tahun yang menangkap ikan dengan cara tradisional.

Pemerintah memberikan subsidi kepada nelayan untuk mendorong mereka untuk terus memancing dengan cara tradisional tersebut dan juga mendorong mendaftarkan teknik tersebut kepada Departemen Kebudayaan sebagai aset budaya pada 2014.

Dan festival tahunan Memancing Ikan Sarden dimulai sejak 2013 untuk membantu mempromosikan pelatihan, sementara foto-fotonya berhasil menarik perhatian wisatawan dan menambah pendapatan bagi sektor pariwisata.

Metode penggunaan api telah diperbarui dengan memakai kalsium karbida, tapi kapal nelayan sudah tua, dan hal itu memudahkan para nelayan yang rata-rata berusia 60 tahun.

Memancing ikan dengan api pertama kali dipraktekkan selama periode Jepang menguasai Taiwan, antara 1895 dan 1945, tapi sekarang Jinshan adalah satu-satunya tempat yang mempertahankan hal itu.

Dan dengan metode penangkapan ikan modern saat ini,tampaknya tradisi Jinshan hanya bertahan hingga nelayan yang terakhir, seperti dilansir MailOnline.

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup