26 April 2026
Kisah Nyata

Teroris Tunisia Bercanda dengan Korbannya sebelum Dibantai

post-img
BERGUYON: Peta Tunisia, korban penembakan di pantai Sousse ditutupi handuk, korban tewas Lorna Carty (insert atas), jenazah korban di tepi jalan raya menuju pantai dan pelaku pembantaian Seifeddine Yacoubi (kanan bawah) Peta & Foto2: MailOnline

SAKSI MATA kejadian pembantaian di pantai Tunisia menggambarkan bagaimana pria bersenjata yang biadab tersebut 'tertawa dan bercanda' dengan turis di pantai Tunisia sebelum ia tanpa ampun menembaki mereka - menembak mati 37 orang dan melukai 36 lainnya.

Bersenjata dengan AK47 yang disembunyikan di bawah bajunya, Seifeddine Yacoubi nama sang pembantai, itu memilih dahulu calon korban ingin dibunuhnya di Sousse - meskipun setelah berbincang dengan turis di situ menyatakan ingin 'pulang'.

Pembantaian yang terjadi menewaskan sedikitnya lima warga Inggris, namun Menteri Luar Negeri Inggris telah memperingatkan jumlah sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

Dia mengawali aksinya dari tepi pantai dengan  menembaki para turis sebelum menuju ke lobi sebuah hotel di dekatnya.

Mayat korbannya ditutupi dengan handuk di pantai di mana ia menembaki mereka (foto).

Salah satu dari korban yang tewas adalah Lorna Carty (inset) dari Irlandia, yang mengajak suaminya, Declan berlibur untuk membantunya menjalani pemulihan setelah operasi jantung baru-baru ini.

Pembunuh itu kemudian disebutkan menelusuri jalan di Sousse (kiri) untuk mencari korban lain sebelum polisi Tunisia menembaknya mati, seperti dilansir MailOnline.

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup