18 Juni 2026
Pertanian

Pemeriksa Hewan Kurban, Polbangtan Kementan Kerahkan 100 Mahasiswa di Kota Bogor

post-img
POLBANGTAN BOGOR: Pimpinan terkait pada Jurusan Peternakan Polbangtan Bogor mewakili Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto melepas secara simbolis 100 mahasiswa/i Prodi Keswan dan Prodi PPKH selaku Pemeriksa Hewan Kurban di Kota Bogor terkait penyelenggaraan Idul Adha 1447 H.

KOTA BOGOR (Kepopedia) - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang berbasis praktik lapangan melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang melibatkan 100 mahasiswa Jurusan Peternakan. 

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa, untuk mengaplikasikan kompetensi yang telah diperoleh selama perkuliahan sekaligus berkontribusi menjaga kesehatan masyarakat veteriner.

Langkah tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa keamanan pangan asal hewan merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. 

"Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pemeriksaan hewan kurban menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang kompeten dan siap menjawab kebutuhan sektor peternakan," katanya.

Mentan Amran menambahkan, kita membutuhkan SDM pertanian yang tidak hanya unggul secara teori, juga memiliki pengalaman lapangan dan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. 

"Kegiatan mendukung Idul Adha menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda pertanian yang profesional dan berdaya saing,” katanya lagi.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengingatkan bahwa pendidikan vokasi harus mampu memberikan pengalaman belajar yang nyata agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. 

“Keterlibatan langsung dalam pemeriksaan hewan kurban, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengasah keterampilan teknis, kemampuan komunikasi dan profesionalisme yang sangat dibutuhkan dunia kerja. Implementasi nyata konsep link and match pendidikan vokasi dengan kebutuhan lapangan,” katanya.

Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan diawali dengan seremoni pelepasan Petugas Pemeriksa hewan kurban yang menandai kesiapan mahasiswa dalam melaksanakan tugas di lapangan. 

Sebanyak 100 mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Hewan (Prodi Keswan) dan Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (Prodi PPKH) dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan hewan kurban di berbagai titik di Kota Bogor. 

"Dalam pelaksanaannya, mahasiswa didampingi oleh dosen, Pranata Laboratorium Pendidikan atau PLP dan pegawai Jurusan Peternakan Polbangtan Bogor," katanya.

Yoyon Haryanto mengatakan, rangkaian kegiatan pemeriksaan dilaksanakan melalui pemeriksaan antemortem pada 26 Mei 2026 dan dilanjutkan pemeriksaan postmortem pada 27 Mei 2026. 

Pemeriksaan Antemortem
Pemeriksaan antemortem untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, bebas dari gejala penyakit dan memenuhi persyaratan kesehatan untuk disembelih. 

Sementara itu, kata Yoyon Haryanto, pemeriksaan postmortem dilakukan terhadap karkas, daging, dan organ hewan guna memastikan produk yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan layak dikonsumsi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Polbangtan Bogor bersinergi dengan petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor. 

"Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses pemeriksaan hewan kurban berjalan sesuai standar kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner," kata Yoyon Haryanto.

Pembelajaran Vokasi
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran vokasi yang mengedepankan pengalaman praktik nyata sekaligus pengabdian kepada masyarakat. 

“Kegiatan pemeriksaan hewan kurban ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh di bangku kuliah," katanya.

Selain meningkatkan kompetensi teknis, ungkap Yoyon Haryanto, mahasiswa juga belajar tentang tanggung jawab profesi, kerja sama tim, dan pelayanan kepada masyarakat. 

"Inilah esensi pendidikan vokasi, yaitu belajar melalui praktik nyata untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja,” ungkapnya lagi.

Pengalaman Lapangan
Yoyon Haryanto menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut, juga menjadi kontribusi Polbangtan Bogor mendukung terwujudnya keamanan pangan asal hewan serta perlindungan kesehatan masyarakat.

"Mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan yang memperkuat kemampuan teknis dan profesionalisme sebagai calon tenaga teknis maupun tenaga profesional di bidang peternakan dan kesehatan hewan," katanya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Polbangtan Bogor mencetak lulusan kompeten, profesional, dan siap berkontribusi menjaga kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner dan keamanan pangan asal hewan bagi masyarakat Indonesia. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup