KOTA BOGOR (Kepopedia) - Mengawali kolaborasi untuk mengembangkan layanan dan pengelolaan perpustakaan berbasis informasi dan inovasi, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor melakukan ´Library Tour´ ke Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) pada Rabu (29/4).
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan BB Pustaka selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pustaka dari Kementerian Pertanian RI (Kementan) dinilai layak menjadi rujukan nasional sebagai ´perpustakaan khusus di bidang pertanian´ dengan Akreditasi A.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah merupakan faktor utama mewujudkan kemandirian pangan.
“Sinergi menjadi hal sangat penting. Tanpa kolaborasi yang solid antara pusat dan daerah, target besar seperti swasembada dan kemandirian pangan sulit dicapai secara maksimal," katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan(BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan, pertanian saat ini harus menjadi garda terdepan dalam menjawab tantangan nasional dan global.
"Karena itu, kerjasama dengan stakeholder terkait berperan penting mentransformasi pertanian Indonesia," katanya.
BB Pustaka
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho diwakili Kepala Bagian (Kabag) Umum, Revo Agri Muis menerima kegiatan Library Tour yang dipimpin Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor, Taufik beserta pustakawan dan jajarannya, Rabu (29/4).
Tampak hadir menyambut Ketua Tim Kerja (Katimker) Layanan Perpustakaan, Sutarsyah; Katimker Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Mustika dan pustakawan madya Riko Bintari.
Kadis Taufik dan Kabag Revo melihat peluang kolaborasi lebih baik ke depan, salah satunya memasukan kunjungan ke BB Pustaka dalam paket layanan yang sudah berjalan di Kota Bogor.
Kementan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sepakat kolaborasi terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kunjungan diharapkan memperkuat sinergi antar perpustakaan serta meningkatkan minat literasi masyarakat, khususnya bidang pertanian," kata Revo Agri.
Library Tour
Katimker Sutarsyah dan Mustika mendampingi Kadis Taufik melakukan Library Tour menelusuri layanan baca di tempat yang nyaman.
Rak demi rak buku menyimpan sekitar 11.000 judul buku langka, saksi perjalanan panjang pertanian Indonesia, dari masa kolonial hingga era modern.
Di ruang ini, sejarah seolah hidup kembali melalui lembaran-lembaran yang telah bertahan puluhan hingga ratusan tahun.
Katimker Sutarsyah menyampaikan bahwa BB Pustaka memiliki beberapa titik layanan yang tersebar di beberapa lokasi. Layanan BB Pustaka tersebar di Jl Djuanda, P3D, dan Taman Baca Dramaga.
"Kami juga menyediakan display anotasi untuk membantu pemustaka memilih koleksi. Kunjungan di Djuanda mencapai 50 hingga 100 kunjungan per bulan, P3D sekitar 500 per bulan, dan Taman Baca sekitar 100 kunjungan per bulan,” ujarnya.
Repositori Pertanian
Pustakawan Madya, Riko Bintari menjelaskan pemanfaatan Repositori Pertanian sebagai salah satu layanan digital di Kementan. Repository Pertanian BB Pustaka tergolong sebagai repository terbesar di bidang pertanian.
“Repositori Pertanian menjadi sarana mengakses berbagai hasil publikasi dan karya ilmiah di bidang pertanian secara digital. Memudahkan pemustaka memperoleh informasi secara cepat dan luas, tanpa harus datang langsung ke perpustakaan,” jelasnya.
Katimker Mustika menjelaskan pentingnya koleksi antikuariat beserta upaya pelestariannya. Koleksi antikuariat merupakan warisan pengetahuan yang perlu dijaga.
"Kami melakukan pelestarian melalui perawatan dan digitalisasi agar tetap dapat dimanfaatkan,” katanya.
Koleksi Digital
Kadis Arsip dan Perpustakaan Pemkot Bogor, Taufik menyatakan kekaguman pada koleksi BB Pustaka.
Bukan hanya banyak, juga menjadi bukti bahwa kemajuan pertanian Indonesia dibangun dari literasi dan hasil penelitian.
Perjalanan dilanjutkan ke ruang digitalisasi, tempat koleksi-koleksi berharga dijaga keberlanjutannya melalui teknologi. Di sini, masa lalu dan masa depan bertemu, koleksi antiquarita tidak hanya disimpan, juga dilestarikan dan diakses lebih luas.
Bagi Kadis Taufik, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda, melainkan pengalaman yang layak dibagikan seraya mengajak masyarakat, khususnya pelajar, merasakan suasana belajar di BB Pustaka.
“Kami mengimbau pelajar dari berbagai jenjang untuk datang dan belajar di sini. Layanan sangat baik dan memberikan pengalaman berkesan,” tambahnya.
Pustakawan, Edi Suyanto menyampaikan bahwa pihaknya siap mendorong kolaborasi yang lebih nyata dengan BB Pustaka.
“Kami melihat peluang kolaborasi yang baik kedepannya, salah satunya dengan memasukan kunjungan ke BB Pustaka dalam paket layanan yang sudah berjalan. [ferdiansyah/shinta/timhumas bbpustakakementan]