MALANG - Saat ini TikTok menjadi platform media sosial paling populer. Aplikasi video pendek ini sukses menyita perhatian banyak orang, terutama anak-anak muda karena tampilan serta fitur-fitur menarik yang ditawarkannya.
Ke depan, TikTok bakal menjadi media penyuluhan di era milenial, untuk menjangkau petani dan penyuluh di seluruh Indonesia, yang sebagian besar sudah memiliki smartphone.
Fenomena tersebut dijawab oleh AgriPoliFest atau Festival Politeknik Pertanian 2022 [Agriculture Polytechnic Festival] di Malang, Jawa Timur menggelar Lomba TikTok yang diikuti sejumlah mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] dari seluruh Indonesia.
Juara pertama diraih oleh Roisah Simbolon dari Polbangtan Medan, yang dinilai paling unggul mengolah data dan informasi menjadi produk video yang menarik dan bertanggung jawab bagi sektor pertanian.
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo meyakini kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern.
"Dengan pendidikan vokasi, kami berharap hadir petani milenial yang mampu memberikan inovasi dalam pertanian, karena bagaimana pun, masa depan pertanian berada di pundak generasi milenial," katanya.
Sementara Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa petani milenial mempunyai peran penting dalam melanjutkan pembangunan di sektor pertanian.
"Tentunya dibutuhkan dukungan dari SDM pertanian, yang merupakan pengungkit terbesar produktivitas pertanian. Pendidikan vokasi menjadi salah satu kunci terhadap cikal bakal lahirnya petani milenial terdidik," kata Dedi Nursyamsi.
Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini mengatakan keberhasilan mahasiswanya sebagai juara tidak serta-merta terjadi tanpa usaha. Unit Kegiatan Mahasiswa [UKM] menjadi bagian dari kesuksesan mahasiswanya.
"Polbangtan Medan berupaya mengembangkan kapasitas dan kompetensi mahasiswa sesuai dengan kondisi kekinian, sehingga target dan sasaran pembangunan pertanian menjangkau lebih banyak pelaku utama dan pelaku usaha pertanian melalui platform digital seperti TikTok," katanya.
Tekad dan komitmen Yuliana Kansrini sejalan dengan laporan We Are Social menyebut TikTok telah memiliki 1,4 miliar pengguna aktif bulanan [monthly active users/MAU] berusia di atas 18 tahun secara global hingga kuartal I/2022. Jumlah ini naik 15,34% ketimbang kuartal sebelumnya, sebanyak 1,2 miliar pengguna.
Berdasarkan negara, Amerika Serikat memiliki pengguna aktif TikTok terbesar di dunia. Jumlahnya 136,4 juta orang per April 2022.
Indonesia berada di urutan kedua dengan jumlah pengguna aktif TikTok sebesar 99,1 juta orang. Pengguna TikTok di Indonesia rata-rata menghabiskan waktu di TikTok sebanyak 23,1 jam per bulan. [ira/timhumaspolbangtanmedan]