Jatim - Sejumlah ibu - ibu sedang melakukan tadarus di Masjid Darussalam, Jombang, Jawa Timur, Selasa (5/4) sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, di saat bersamaan maling kotak amal nekat beraksi di dalam masjid tersebut.
Aksi pencuri itu akhirnya ketahuan warga setempat. Pelaku lari ke sawah, warga mengejarnya beramai-ramai. Karena kecapekan, pelaku akhirnya gagal meloloskan diri. Warga menangkapnya dan memukulinya beramai-ramai. Setelah tak berdaya, pelaku diserahkan ke Polsek Sumobito Jombang.
Dari pemeriksaan diketahui bahwa pelaku bernama Suhandoko (38), warga Dusun Sumberkenongo, Desa Gading, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. “Pelaku sudah kami amankan. Dia seorang residivis. Pernah berurusan dengan polisi karena kasus serupa,” ujar Kapolsek Sumobito AKP M Amin.
Kepala Dusun Babut, M Asad Umar menjelaskan, pencurian tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu sejumlah ibu-ibu sedang tadarus di Masjid Darussalam. Nah, pelaku terlihat mondar-mandir di parkiran. Suhandoko kemudian memamrkir sepeda angin yang dikendarainya di parkiran masjid.
Ketika kondisi aman, Suhandoko merangsek masuk. Dia mengambil kotak amal dan membawanya ke teras. Kotak amal tersebut dibuka secara paksa oleh pelaku. Uang yang ada di kotak tersebut ia ambil. Pelaku tidak sadar bahwa seseorang yang ada di rumah tidak jauh dari masjid sedang mengawasinya.
Ketika Suhandoko berlalu, orang tersebut langsung berteriak maling-maling. Warga yang mendengar itu langsung keluar rumah untuk memburu pelaku. Pria bertato ini lari ke sawah. Warga mengejarinya. “Akhirnya tertangkap di persawahan Dusun Mojodadi, Desa Plemahan,” kata Asad.
Warga yang jengkel langsung menghajar pelaku beramai-ramai. Setelah yak berdaya, pria bertato ini diserahkan ke kantor polisi. “Uang yang ada di kotak amal tersebut sebesar Rp 300 ribu,” ujar Kepala Dusun Babut, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito,