MOBIL LISTRIK hypercar seharga Rp2,5 triliun [US$2,5 juta] berkekuatan 1.900 tenaga kuda mengejutkan publik setelah diumumkan di New York.
Nama mobil super cepat ini Pininfarina Battista langsung lari kencang 100 km per jam setelah digas yang lebih cepat dari mobil F1, meningkat ke 290 km per jam dalam sekian detik melampaui kemampuan jet tempur F16 dan terus melaju hingga kecepatan tertinggi 350 km per jam berkat dukungan kekuatan baterai 120 kWh.
Prototipe mobil ini diluncurkan bulan lalu dan dipamerkan lagi pekan ini pada sebuah acara di luar lokasi di Javits Center untuk New York International Auto Show.
Produsen mobil mengatakan Battista akan menjadi ´mobil hiper listrik mewah pertama di dunia´ dan ´mobil yang paling kuat yang pernah dirancang dan dibangun di Italia´ saat mulai diproduksi tahun depan, dengan kecepatan tertinggi lebih 400 km per jam.
Mobil yang dibuat untuk kalangan super kaya, pada saat bahan bakar minyak [BBM] dituding sebagai penyebab polusi dan kemacetan, dengan menawarkan kombinasi kecepatan dengan ´berkelanjutan, dan kemewahan."
Mobil ini hanya diproduksi 150 unit, dan 50 unit di antaranya dijual di AS - dan separuhnya sudah dipesan oleh pelanggan tertentu - 50 unit lain untuk Eropa dan Asia.
Pengapalan perdana dijadwalkan pada 2020.
Mobil ini dinamai Battista setelah almarhum Battista ‘Pinin’ Farina pada 1930 mendirikan rumah desain mobil Italia Pininfarina, yang tahun depan merayakan hari jadinya yang ke-90.
Putranya Sergio, yang meninggal pada 2012 dalam usia 85 tahun, kemudian merancang beberapa mobil yang paling indah, supercar mobil sport abad ke-20 dan 21 termasuk sebagian Ferrari seperti Testarossa (1984), Enzo (2002), dan Dino seri (1968-1976) yang meluncurkan Ferrari ke pasar massal.
Perusahaan itu sekarang dipimpin oleh cucu Battista, Paolo, yang mengatakan bahwa setelah puluhan tahun merancang mobil orang lain, merupakan ´mimpi yang menjadi kenyataan´ untuk meluncurkan mobil yang bertuliskan nama Pininfarina sebagai penghargaan.
"Kakek saya selalu memiliki visi bahwa suatu hari akan ada jajaran mobil bermerek Pininfarina yang berdiri sendiri," katanya.
Mobil ini dibangun di sekitar monocoque serat karbon sel tunggal dengan paket baterai antara kursi depan dan belakang sekat belakang.
Ada empat motor, satu per roda.
Distribusi berat baterai berpendingin cairan berbentuk T 120 kWh - terbuat dari campuran lithium, mangan, dan nikel - dikonfigurasi untuk mengoptimalkan dinamika mobil.
Sekitar 90 persen pemilik diharapkan mengisi daya baterai [charger] rumah. Perusahaan mengharapkan bahwa 10 persen sisanya akan dipenuhi oleh jaringan pengisian berbasis aplikasi yang diharapkan akan tersedia pada 2021 seperti dilansir MailOnline.