PRIA yang menaruh ponselnya di saku celana berisiko sperma mereka yang dalam istilah medis disebut ´dimasak´ menurut hasil sebuah penelitian.
Hasil pengujian menunjukkan jumlah sperma yang keburu masak sebelum membuahi meningkat ´signifikan´ terhadap para pria yang menaruh ponselnya di saku celana mereka minimal satu jam sehari - berisiko tinggi mengalami kemandulan.
Konsultan kesuburan Profesor Gedis Grudzinskas mengatakan: "Pria perlu memikirkan kesehatan biologis mereka dan harus mencoba untuk berhenti dari kecanduan menggunakan ponsel."
Tim peneliti memantau 106 orang selama satu tahun dan menemukan 47 persen dari pecandu ponsel - empat kali lebih tinggi dari jumlah normal - berpotensi mengurangi jumlah sperma.
Profesor Martha Dirnfeld, dari Universitas Technion di Haifa, Israel, mengatakan gelombang elektromagnetik secara efektif memasak sperma.
Dia mengatakan: "Kami menganalisis sperma aktif dan mendapati jumlahnya berkurang. Kami memperkirakan hal ini disebabkan oleh suhu panas yang terpancar dari ponsel dan akibat aktivitas elektromagnetik."
Menaruh ponsel dekat dengan selangkangan, memakainya saat pengisian daya baterai (charging) dan bahkan menaruh di meja dekat tempat tidur tampaknya menurunkan jumlah sperma.
Hasil penelitian yang dilansir jurnal ilmiah Reproductive Biomedicine mendukung keterkaitan penurunan kualitas kesuburan pada pria dengan penggunaan ponsel, seperti dilansir mirror.co.uk.
Prof Dirnfeld mengatakan: "Ini adalah peringatan bagi kaum pria untuk mengubah kebiasaan mereka untuk meningkatkan peluang mereka memiliki anak."
"Perempuan umumnya tidak membawa ponsel seperti halnya kaum pria sehingga ponsel tidak terlampau mempengaruhi kesuburan mereka."
Prof Grudzinskas, spesialis Harley Street dan konsultan di Rumah Sakit St George di London, menambahkan: "Jika Anda mengenakan setelan jas untuk bekerja maka tempatkanlah ponsel di saku dada Anda.
"Dan apakah Anda perlu menjaga ponsel di meja di samping tempat tidur? Beberapa pria tetap menaruh ponsel mereka di celana pendek atau piyama mereka di tempat tidur. Apakah itu benar-benar diperlukan? "
Kendati begitu tidak semua pakar sepakat dengan teori sperma. Prof Alan Pacey, seorang ilmuwan penelitian kesuburan di Universitas Sheffield, bersikeras ia akan terus menempatkan ponsel di sakunya.
Namun Prof Dirnfeld mengingatkan: "Untuk orang-orang muda hal itu mesti dikhawatirkan dampaknya. Jika Anda mencoba untuk memiliki anak dan hal itu tidak terwujud dalam satu tahun Anda maka perlu berpikir ulang apakah hal itu terkait erat dengan kebiasaan Anda menaruh ponsel yang patut disalahkan."
Dan Graham Lamburn, dari kelompok riset Powerwatch, mengatakan bukti pengurangan sperma adalah "cukup menarik".