12 Oktober 2026
Pertanian

Studi Banding Pertanian Modern, Legislator Wonosobo Sambangi UPT Pelatihan Kementan

post-img
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori [insert, kanan atas] apresiasi atensi dan antusias Legislator Kabupaten Wonosobo, Jateng, untuk mengetahui strategi pengembangan pembibitan hortikultura dan integrasi sektor peternakan berkelanjutan serta transformasi Smart Greenhouse bagi kemandirian hortikultura pada BBPP Lembang.

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui UPT Pelatihan, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menerima audiensi Anggota DPRD Kabupaten Wonosobo pada Kamis (8/10).

Kunjungan Legislator Wonosobo di Provinsi Jawa Tengah tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi B DPRD Wonosobo, Aziz Nuri Haryono. Mereka ggterdiri atas Komisi B Bidang Perekonomian dan Komisi C Bidang Infrastruktur.

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan tujuan kunjungan Legislator Wonosobo, untuk mengetahui strategi pengembangan pembibitan hortikultura dan integrasi sektor peternakan berkelanjutan serta transformasi Smart Greenhouse bagi kemandirian hortikultura. 

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya kolaborasi antara sektor pertanian dengan berbagai sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. 

“Tidak mungkin Republik ini bekerja sendirian. Swasembada Pangan tidak bakal terjadi tanpa dukungan semua pihak,” katanya.

Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan nasional sangat ditentukan oleh kualitas SDM pertanian yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

"SDM merupakan faktor utama mengelola dan mengembangkan sektor pertanian secara modern, efektif dan berkelanjutan," katanya.

BBPP Lembang

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori didampingi tim manajemen dan Widyaiswara menerima kunjungan Legislator Wonosobo.

Kabalai Lembang, menjelaskan profil, tugas dan fungsi BBPP Lembang sebagai balai pelatihan pertanian untuk meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

"BBPP Lembang adalah milik masyarakat, karena itu kami apresiasi kunjungan para wakil rakyat, sebagai kesempatan yang baik bagi Kementan, untuk menyampaikan program kerja BBPP Lembang sebagai UPT Pelatihan dari Kementan, sehingga dapat diketahui khalayak luas,” tuturnya.

Ahmad Dedy Syathori berharap kunjungan kerja tersebut dapat menguatkan kolaborasi, untuk menjalankan program pembangunan pertanian yang sudah dicanangkan secara nasional.

Wakil Rakyat

Ketua Komisi B DPRD Wonosobo, Aziz Nuri Haryono, menyampaikan bahwa kunjungan ke BBPP Lembang di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk silaturahmi. 

“Kami juga ingin mengetahui teknologi pertanian yang diterapkan di BBPP Lembang karena 75% penduduk Wonosobo bergerak di sektor pertanian,” katanya.

Diskusi berjalan tentang proses pelatihan mulai dari perencanaan hingga bimbingan lanjutan dan evaluasi pasca pelatihan. 

Selain itu, secara teknis tentang budidaya tanaman dengan memanfaatkan teknologi hidroponik.

Budidaya Hidroponik

Guna memperoleh gambaran dan melihat langsung aktivitas pertanian di lahan praktik BBPP Lembang, 17 orang anggota dewan di antaranya dari Partai Gerindra, PDIP, dan Nasdem diajak meninjau sejumlah sarana praktik pada Inkubator Agribisnis seluas 2,5 hektar.

Di screen hidroponik persemaian, Widyaiswara menjelaskan proses persemaian tanaman dari mulai biji, ditanam di dalam tray.

Setelah beberapa waktu akan ditanam secara konvensional pada lahan terbuka maupun dalam screen, dengan teknologi hidroponik berbagai sistem yaitu irigasi tetes, DFT, NFT dan aeroponik.

Sementara itu, di screen lainnya, yang sedang membudidayakan melon varietas glamour, petugas menjelaskan budidaya melon sistem irigasi tetes, nutrisi yang digunakan, dan pemeliharaan tanaman hingga menjelang panen serta penanganan pasca panen.

Screen Aeroponik

Pada screen aeroponik kentang yang sedang tahap persiapan penanaman, Widyaiswara menjelaskan proses pembibitan kentang G0.

Kentang GO dapat menghasilkan umbi kentang berkualitas baik dan tanamannya sehat, jumlahnya banyak, sehingga penangkar benih kentang dapat membudidayakan kentang di lahan selama maksimal 5 generasi (G1 - G5) dengan kualitas baik.

Terakhir, pada screen tanaman hias, Widyaiswara dan petugas menjelaskan peluang bisnis yang menjanjikan di sub sektor tanaman hias.

Tanaman hias dimaksud antara lain kaktus, sukulen, dan anggrek yang bisa merambah pasar ekspor, sehingga dapat menyumbang devisa negara. [chetty/afriski/dary/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup