26 September 2026
Pertanian

Polbangtan Kementan Dorong Transformasi Digital Penyuluhan via Penelitian di Jabar

post-img
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto [kanan] koordinasi lapangan dengan Tim Peneliti Polbangtan Bogor pada kegiatan penelitian bertajuk `Transformasi Digital Penyuluhan Pertanian di Jawa Barat` di UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Cikampek pada Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

KARAWANG (Kepopedia) - Transformasi digital membuka ruang baru penguatan penyuluhan pertanian. Tidak hanya mengubah cara penyampaian informasi, juga berpotensi memperluas akses pengetahuan, mempercepat transfer inovasi dan mendukung penyuluh menjalankan tugasnya secara lebih efektif.

Semangat tersebut menjadi bagian dari penelitian yang dilakukan Tim Peneliti Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor melalui kajian bertajuk ´Transformasi Digital Penyuluhan Pertanian di Jawa Barat´

Dalam upaya mendukung penelitian tersebut, Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto bersama Tim Peneliti Polbangtan Bogor melakukan kunjungan ke UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Cikampek pada Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang di Provinsi Jawa Barat, Kamis (24/9). 

Langkah tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan penguatan sumber daya manusia (SDM) menghadapi tantangan pembangunan pertanian. 

"Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pertanian yang semakin modern dan adaptif," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan, perkembangan teknologi perlu diikuti peningkatan kompetensi penyuluh agar digitalisasi dapat mendukung pelaksanaan tugas lapangan.

"Kunjungan ke Kecamatan Cikampek menjadi bagian penting dari proses penelitian karena tim dapat memperoleh informasi langsung dari lingkungan penyelenggaraan penyuluhan," katanya. 

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menilai penelitian yang bertitik tolak dari kebutuhan nyata lapangan, menjadi bagian penting pengembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan pertanian.

Polbangtan Bogor

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, mengatakan, penelitian ´Transformasi Digital Penyuluhan Pertanian di Jawa Barat´ bagian dari upaya Polbangtan Bogor mengembangkan kajian dan inovasi di bidang penyuluhan pertanian. 

Selain melakukan koordinasi, Tim Peneliti Polbangtan Bogor juga menggali informasi mengenai praktik pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi mendukung kegiatan penyuluhan. 

"Informasi lapangan diharapkan dapat memberikan gambaran lebih utuh tentang bagaimana teknologi digital dimanfaatkan, sekaligus identifikasi kebutuhan dan tantangan yang masih dihadapi penyuluh," katanya.

Melalui penelitian, ungkap Yoyon Haryanto, tim berupaya memperoleh gambaran mengenai kondisi aktual pemanfaatan teknologi digital pada kegiatan penyuluhan di Jawa Barat termasuk peluang, tantangan dan kebutuhan penguatan kapasitas SDM penyuluh.

"Kunjungan menjadi momentum untuk koordinasi sekaligus menggali informasi secara langsung mengenai pelaksanaan penyuluhan pertanian di Kecamatan Cikampek," katanya lagi.

Kebutuhan Digitalisasi

Yoyon Haryanto menegaskan, berbagai aspek menjadi bahan pembahasan, mulai pelaksanaan penyuluhan, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi hingga kebutuhan digitalisasi yang dapat mendukung aktivitas penyuluh dan memperkuat akses informasi bagi pelaku utama pertanian.

Penelitian merupakan salah satu instrumen penting bagi perguruan tinggi vokasi untuk memastikan ilmu pengetahuan dan inovasi yang dikembangkan tetap relevan dengan kebutuhan pembangunan pertanian. 

“Polbangtan Bogor berkomitmen untuk terus mengembangkan penelitian yang berangkat dari persoalan dan kebutuhan nyata di lapangan," katanya.

Transformasi digital dalam penyuluhan menjadi isu yang penting untuk dikaji, karena teknologi dapat menjadi instrumen untuk memperkuat efektivitas penyuluhan dan mempercepat transfer informasi kepada petani,” ungkapnya lagi.

Kondisi Lapangan

Keterlibatan langsung dengan unit pengelola pertanian dan penyuluh di daerah menjadi bagian penting untuk mendapatkan gambaran objektif mengenai kondisi penyuluhan saat ini. 

“Kami ingin mendengar langsung pengalaman dan kebutuhan para pelaksana penyuluhan. Dengan demikian, penelitian dapat memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai peluang, tantangan, sekaligus kebutuhan penguatan kapasitas SDM menghadapi transformasi digital,” tambahnya.

Transformasi digital dalam penyuluhan pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, juga bagaimana teknologi mampu memberikan manfaat bagi penyuluh dan petani. 

Yoyon Haryanto mengingatkan, pemanfaatan platform digital, sumber informasi, komunikasi berbasis teknologi dan pengelolaan data berpotensi mendukung penyuluh menjalankan fungsi pendampingan dan penyampaian informasi kepada pelaku utama pertanian. 

Kesiapan SDM

Efektivitas transformasi tetap membutuhkan kesiapan SDM, dukungan infrastruktur, kemampuan adaptasi dan pemahaman terhadap kebutuhan pengguna di tingkat lapangan. 

"Penelitian yang dilakukan Polbangtan Bogor diharapkan menjadi bagian dari upaya memahami lebih mendalam proses transformasi digital penyuluhan di Jawa Barat," kata Yoyon Haryanto.

Hasil penelitian diharapkan dapat mendukung pengembangan penyuluhan pertanian yang efektif, berbasis data, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu mempercepat proses transfer pengetahuan dan inovasi kepada petani. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup