23 September 2026
Pertanian

Pastikan Lancar, Polbangtan Kementan Cek Kesiapan Gertam Serentak Jambi

post-img
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto [depan kanan] pengecekan mencakup kondisi lahan olahan, kesiapan titik kegiatan, serta koordinasi dengan unsur pendukung yang akan terlibat. Kesiapan teknis menjadi faktor penting, karena Gertam bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya menggerakkan produktivitas pertanian.

TANJUNG JABUNG TIMUR (Kepopedia) - Gerakan Tanam (Gertam) Serentak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi memasuki tahap akhir persiapan. Sejak Jumat pagi (18/9), Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Yoyon Haryanto memimpin pengecekan dan evaluasi kesiapan lokasi Gertam yang dipusatkan di Desa Simbur Naik, Kecamatan Muara Sabak Timur.

Pemantauan dan evaluasi Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, untuk memastikan seluruh unsur pendukung siap menjelang puncak kegiatan Gertam yang dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya percepatan tanam sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan produksi pangan nasional. 

Percepatan tanam, optimalisasi lahan, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat produksi dan menjaga keberlanjutan swasembada pangan.

"Percepatan tanam merupakan langkah penting untuk menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional. Setiap lahan yang dapat dimanfaatkan secara optimal harus memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan dan swasembada pangan yang berkelanjutan,” katanya.

Penguatan produksi tersebut berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) pertanian. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa keberhasilan program pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan dan teknologi, juga oleh kualitas SDM yang mengelolanya.

BPPSDMP terus menempatkan penguatan penyuluhan, pelatihan, pendidikan vokasi, dan pengembangan kompetensi sebagai bagian dari pembangunan SDM pertanian. Penguatan SDM tersebut diarahkan untuk mendukung pertanian yang modern, produktif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin, menilai keterlibatan pendidikan vokasi dalam kegiatan lapangan merupakan bagian penting dalam membangun keterkaitan antara proses pendidikan dengan kebutuhan pembangunan pertanian. 

Kegiatan Gertam dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi pertanian dengan petani dan pemangku kepentingan di daerah.

Polbangtan Bogor

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto tidak hanya memastikan kondisi lahan, tim juga melakukan uji coba jaringan komunikasi dan perangkat konferensi daring yang akan digunakan dalam dialog interaktif bersama jajaran pimpinan Kementerian Pertanian RI (Kementan).

"Dua aspek tersebut menjadi perhatian utama. Pertama, kesiapan fisik lahan yang akan digunakan untuk kegiatan tanam bersama petani dan kelompok tani," katanya.

Kedua, ungkap Yoyon Haryanto, kesiapan teknologi komunikasi untuk memastikan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat berlangsung tanpa kendala.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pengawalan Polbangtan Bogor terhadap program strategis pembangunan pertanian di wilayah Jambi. 

Sebagai institusi pendidikan vokasi pertanian, Polbangtan Bogor tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, juga turut hadir di lapangan untuk mendukung implementasi program pertanian sekaligus memastikan keterhubungan antara pengetahuan, teknologi, dan praktik usaha tani.

Kesiapan Teknis

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, bersama tim turun langsung memastikan kondisi lahan siap digunakan untuk pelaksanaan tanam serentak. 

Pengecekan mencakup kondisi lahan olahan, kesiapan titik kegiatan, serta koordinasi dengan unsur pendukung yang akan terlibat dalam pelaksanaan Gertam.

Menurut Yoyon Haryanto, kesiapan teknis menjadi faktor penting karena kegiatan Gertam bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya menggerakkan produktivitas pertanian secara nyata. 

“Kami ingin memastikan seluruh persiapan benar-benar matang. Mulai dari kondisi lahan, koordinasi dengan petani dan kelompok tani, hingga kesiapan jaringan dan perangkat komunikasi. Semua harus dipastikan agar pelaksanaan Gertam berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” katanya.

Konferensi Daring

Selain lahan, tim juga melakukan uji coba sinyal internet dan perangkat konferensi daring. Pengecekan untuk memastikan dialog interaktif dengan jajaran pimpinan Kementan dapat berlangsung baik dari lokasi kegiatan.

Yoyon Haryanto mengingatkan, kesiapan teknologi komunikasi menjadi semakin penting karena kegiatan pertanian saat ini tidak hanya membutuhkan kerja lapangan, juga koordinasi cepat antara pusat dan daerah.

"Pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pertanian yang lebih terintegrasi dan responsif," katanya.

Pelaksanaan Gertam di Desa Simbur Naik menjadi gambaran bagaimana program pertanian nasional diterjemahkan dalam kerja nyata di daerah. 

Petani, kelompok tani, pemerintah daerah, penyuluh, institusi pendidikan vokasi, dan berbagai unsur pendukung bergerak dalam satu rangkaian kegiatan.

Bagi Polbangtan Bogor, ungkap Yoyon Haryanto, keterlibatan di Jambi sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi pertanian dalam mendukung program strategis pemerintah. 

“Polbangtan Bogor akan terus berupaya hadir di tengah petani dan memastikan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kompetensi SDM yang kami kembangkan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan pertanian,” katanya. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup