18 September 2026
Pertanian

Banyuasin Pilot Project Pertanian Modern, Kementan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

post-img
BBPKH CINAGARA: Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty [ke-6 kiri] selaku PJ Brigade Pangan Sumsel mengedepanan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, petani, dan berbagai pemangku kepentingan, yang dinilai menjadi bagian penting mempercepat pelaksanaan program di lapangan.

BANYUASIN (Kepopedia) - Pengembangan kawasan pertanian modern di Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terus dimatangkan Kementerian Pertanian melalui penguatan koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah pada Kamis (17/9). 

Selain menyiapkan konsep pengembangan kawasan, dukungan infrastruktur menjadi bagian penting untuk membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi.

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty BBPKH selaku PJ Brigade Pangan Sumsel melakukan koordinasi dengan Bupati Banyuasin terkait pengembangan pertanian modern di Muara Telang. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyelaraskan rencana pengembangan kawasan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Bupati Banyuasin Askolani mengatakan, Banyuasin ditunjuk sebagai kawasan percontohan pengembangan pertanian modern melalui program Indonesian Millennial for Modern Agriculture Corporation (IMMACo). 

Kecamatan Muara Telang menjadi salah satu kawasan yang diproyeksikan karena memiliki hamparan lahan pertanian sekitar 22 ribu hektare.

“Alhamdulillah, Banyuasin ditunjuk sebagai kawasan percontohan pengembangan pertanian modern melalui program IMMACo. Kami berharap pengembangan kawasan ini menjadi model pertanian modern yang terintegrasi dari koperasi hingga produk pertanian, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujar Askolani.

BBPKH Cinagara
Menurut Askolani, program tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk memperkuat kelembagaan ekonomi petani sekaligus mengoptimalkan potensi pertanian daerah.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian karena program IMMACo sejalan dengan upaya Banyuasin membangun kelembagaan ekonomi petani agar mereka tidak berjalan sendiri-sendiri, sekaligus mendukung swasembada pangan nasional,” katanya.

Inneke mengatakan, pengembangan kawasan pertanian modern membutuhkan dukungan lintas sektor agar berbagai komponen yang diperlukan petani dapat tersedia dan saling terhubung.

“Pengembangan pertanian modern membutuhkan ekosistem yang saling mendukung. Tidak hanya teknologi dan produksi, tetapi juga infrastruktur, kelembagaan, sumber daya manusia dan akses terhadap sarana pendukung usaha tani,” ujar Inneke.

Infrastruktur Pendukung
Kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung itulah yang kemudian menjadi bagian dari peninjauan lapangan di Muara Telang. Setelah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, Inneke bersama jajaran meninjau lokasi yang diproyeksikan untuk pembangunan SPBU Pertanian.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lokasi sekaligus memastikan rencana penyediaan sarana tersebut dapat mendukung aktivitas pertanian di kawasan yang tengah dikembangkan.

“Keberadaan SPBU Pertanian diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur penunjang operasional usaha tani. Dengan dukungan sarana tersebut, kebutuhan operasional kegiatan pertanian di kawasan diharapkan dapat dilayani lebih dekat dan efisien” ungkap Inneke.

Penguatan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari konsep pengembangan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun sistem usaha tani yang lebih efisien dari sisi operasional.

Arahan Mentan
Arah tersebut sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mendorong transformasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan dampak terhadap kesejahteraan petani. 

Dalam penerapan PM-AAS, Amran menekankan bahwa teknologi harus diarahkan agar peningkatan produksi juga diikuti peningkatan pendapatan petani.

Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti sebelumnya menegaskan bahwa pengembangan kawasan IMMACo di Banyuasin harus dibangun dengan manajemen yang baik, terintegrasi dan disesuaikan dengan kondisi lapangan.

“Pengembangan kawasan IMMACo di Banyuasin harus kita bangun dengan manajemen yang baik, terintegrasi dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Potensi kawasan Muara Telang sangat besar, sehingga perlu kita optimalkan melalui penerapan teknologi pertanian modern, penguatan kelembagaan koperasi, serta pendampingan kepada para petani,” ujar Arsanti.

Kesiapan SDM
Bagi BBPKH Cinagara, koordinasi pengembangan kawasan juga berkaitan erat dengan kesiapan sumber daya manusia. Inneke menilai teknologi dan infrastruktur harus diikuti peningkatan kapasitas petani khususnya Brigade Pangan serta pengelola kawasan agar seluruh fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kita juga akan terus dorong peningkatan kapasitas Brigade Pangan, karena teknologi dan infrastruktur yang sudah dibangun harus berjalan bersama dengan peningkatan kapasitas SDM-nya. Kita ingin kawasan ini tidak hanya memiliki fasilitas dan teknologi, tetapi juga memiliki SDM yang mampu mengelola dan mengembangkan usaha pertaniannya secara profesional,” katanya.

Koordinasi pemerintah daerah dan peninjauan lokasi SPBU Pertanian menjadi bagian dari langkah untuk memastikan pengembangan kawasan Muara Telang berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pelaku pertanian diarahkan untuk membangun ekosistem pertanian yang produktif, efisien dan berkelanjutan.

Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat nilai tambah dan kesejahteraan petani sekaligus mendukung agenda swasembada pangan nasional. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup