KOTA PAGAR ALAM (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus mempercepat optimalisasi lahan pertanian melalui Gerakan Tanam (Gertam) Serempak seluas 70 ribu hektare yang dilaksanakan di 25 provinsi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah, untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Gertam Serempak yang dipusatkan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tersebut turut dilaksanakan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Di daerah ini, kegiatan diarahkan pada pemanfaatan lahan optimalisasi lahan (Oplah) menuju peningkatan Indeks Pertanaman (IP) 300.
Kegiatan di Sumsel dipusatkan di Desa Jangkat Mas, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam, Senin (31/8).
Penanaman perdana dilakukan pada lahan seluas 1,5 hektare dari rencana pertanaman 19 hektare, dalam sasaran optimalisasi lahan Oplah seluas 300 hektare.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan Brigade Pangan Besemah Serame sebagai salah satu penggerak pertanian di tingkat lapangan, bersama penyuluh, pemerintah daerah, serta unsur pendidikan vokasi pertanian.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Optimalisasi Lahan (Oplah) menjadi salah satu langkah penting pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Pemanfaatan lahan secara maksimal perlu diikuti dengan peningkatan indeks pertanaman, penerapan teknologi, serta pengelolaan lahan yang tepat.
“Optimalisasi lahan harus kita lakukan secara serius. Lahan yang ada harus mampu memberikan produktivitas yang lebih tinggi melalui peningkatan indeks pertanaman, penerapan teknologi, serta pengelolaan yang tepat. Ini merupakan bagian dari upaya kita memperkuat produksi pangan nasional,” ujar Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, mengatakan peningkatan produksi pertanian harus berjalan seiring dengan penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian.
“BPPSDMP memiliki mandat strategis menyiapkan SDM pertanian yang kompeten, profesional, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi," katanya.
Peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas petani, penyuluh dan generasi muda pertanian.
Menurutnya, Gertam Serempak juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara program peningkatan produksi dengan penyuluhan, pendidikan, pelatihan, dan pendampingan kepada pelaku utama pembangunan pertanian.
“Melalui penyuluhan, pendidikan, pelatihan, dan pendampingan, kami memastikan SDM pertanian memiliki kemampuan untuk mendukung optimalisasi lahan dan peningkatan indeks pertanaman di berbagai wilayah,” tambahnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari sektor pendidikan vokasi pertanian. Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi dan pengalaman praktis sesuai kebutuhan pembangunan pertanian.
“Pendidikan vokasi pertanian harus mampu menjawab kebutuhan pembangunan pertanian. Peserta didik tidak cukup hanya mendapatkan pembelajaran di kelas, tetapi juga harus memperoleh pengalaman praktik di lapangan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan sektor pertanian,” jelas Amin.
SMKPPN Sembawa
Sementara itu, Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso, memastikan pihaknya turut memberikan pendampingan kepada petani dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, termasuk membantu mencari solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi petani.
“Kami tidak hanya mengawasi, tetapi juga memastikan solusi atas permasalahan petani, mulai dari akses benih hingga optimalisasi alat dan mesin pertanian,” ungkap Budi.
Dia berharap gerakan tanam serempak dapat mendorong percepatan masa tanam di daerah dan memberikan kontribusi terhadap pencapaian target produksi padi nasional.
Pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak di Kota Pagar Alam dihadiri unsur pemerintah pusat dan daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan Besemah Serame, serta pemangku kepentingan terkait.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan optimalisasi lahan berjalan efektif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pertanian.
Penanaman perdana seluas 1,5 hektare di Desa Jangkat Mas menjadi langkah awal dari optimalisasi lahan Oplah seluas 300 hektare menuju peningkatan IP 300.
Dengan dukungan Brigade Pangan, penyuluh, pemerintah daerah, dan pendidikan vokasi pertanian, Kementan terus mendorong pemanfaatan lahan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat swasembada pangan nasional. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]