PANDEGLANG (Kepopedia) - Di tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino, petani di Desa Jiput, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Banten, tidak dibiarkan menghadapi masalah tersebut sendirian.
Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) hadir membawa pengetahuan, informasi, dan solusi pertanian untuk membantu petani tetap produktif di tengah keterbatasan air, Kamis (20/8).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BB Pustaka, Inneke Kusumawaty mengatakan kondisi kekeringan yang terjadi menyebabkan banyak lahan sawah mengalami keterbatasan pasokan air.
Situasi tersebut menjadi tantangan bagi petani menjaga ketersediaan air untuk mendukung keberlangsungan kegiatan budidaya pertanian.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah memperkuat program pompanisasi di sejumlah wilayah terdampak kekeringan sebagai langkah antisipasi ancaman El Nino terhadap sektor pertanian.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa pompanisasi dan optimalisasi lahan, termasuk lahan rawa, menjadi strategi penting dalam menghadapi kekeringan akibat El Nino.
"Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air sekaligus mempertahankan produktivitas pangan nasional," katanya.
BB Pustaka
Plt Kepala BB Pustaka, Inneke Kusumawaty mengungkapkan bahwa sebagai upaya membantu petani menghadapi kondisi tersebut, BB Pustaka mendukung pemanfaatan pompa air untuk mengalirkan air menuju lahan pertanian yang membutuhkan.
"Pompa yang digunakan berukuran 3 inci dan 4 inci, disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi sumber air di lapangan," katanya.
Inneke Kusumawaty menambahkan, BB Pustaka terus berupaya hadir di tengah petani, tidak hanya melalui penguatan informasi dan literasi pertanian, juga mendukung langkah nyata di lapangan menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian, ujar Inneke.
Sementara, Asep, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Banten mengungkapkan bahwa kehadiran pompa memberikan manfaat nyata bagi petani.
Air yang sebelumnya sulit menjangkau areal persawahan dapat dialirkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan tanaman, khususnya pada lahan yang terdampak kekeringan.
Upaya Pompanisasi
PPL Asep mengatakan, para petani di Kecamatan Jiput merasa sangat terbantu dengan penggunaan pompa tersebut, karena dapat menjadi salah satu solusi, untuk mempertahankan kegiatan pertanian di tengah berkurangnya ketersediaan air akibat El Nino.
“Pemanfaatan pompa juga menjadi bagian dari langkah adaptif dalam menghadapi dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian," katanya.
Asep menambahkan, ketersediaan sarana pengairan menjadi penting agar lahan pertanian tetap produktif sekaligus mengurangi risiko terganggunya produksi akibat kekeringan.
Sinergi dan pemanfaatan teknologi sederhana seperti pompanisasi diharapkan mampu membantu petani menjaga produktivitas lahan dan mendukung produksi pangan Pandeglang. [ibrahim/shinta/timhumas bbpustaka]