16 Juli 2026
Pertanian

Di USU, Mentan Amran Tantang Mahasiswa Ciptakan Inovasi Lanjutkan Swasembada Pangan

post-img
BBPP BATANGKALUKU: Pada Kuliah Umum di kampus USU, Mentan Amran Sulaiman memaparkan transformasi sektor pertanian . Peningkatan produksi pangan hingga Indonesia mampu menghentikan impor beras merupakan hasil dari penerapan inovasi dan teknologi melalui intensifikasi, ekstensifikasi, rehabilitasi irigasi, pompanisasi, mekanisasi, hingga pemanfaatan teknologi modern.

MEDAN (Kepopedia) - Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak civitas academica Universitas Sumatera Utara (USU) Medan menjadi pusat lahirnya inovator pertanian yang mampu melanjutkan estafet swasembada pangan nasional. 

Masa depan pertanian Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, juga oleh keberanian generasi muda menghadirkan inovasi, riset, dan teknologi yang menjawab tantangan sektor pertanian.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat memberikan kuliah umum bertema 'Inovasi dan Kolaborasi Generasi Muda Menuju Swasembada Pangan' di USU Medan di Kota Medan, Sumut pada Rabu (15/7).

“Menteri itu hanya sementara. Selesai jabatan, selesai. Yang melanjutkan perjuangan adalah anak-anak muda. Karena itu kampus harus melahirkan penemuan-penemuan baru. Kalau ingin Indonesia semakin maju, harus ada new invention, harus ada lompatan inovasi,” kata Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat lahirnya sumber daya manusia unggul sekaligus penghasil inovasi yang dapat diterapkan untuk memperkuat sektor pertanian. 

Menurutnya, sinergi antara kampus, pemerintah sebagai regulator, dan dunia usaha sebagai pelaku pembangunan menjadi kunci mempercepat transformasi pertanian nasional.

“Kampus adalah sumber dari sumber terbaik. Pemerintah regulator, pengusaha eksekutor. Kami mencoba tiga sektor ini berjalan bersamaan karena tidak mungkin membangun pertanian hanya dari satu sisi,” ujarnya.

Karena itu, Mentan Amran mendorong dosen dan mahasiswa terlibat aktif dalam riset, pengembangan teknologi, hingga hilirisasi komoditas pertanian agar hasil penelitian dapat memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Harus ikut serta dosen dan mahasiswa meneliti hilirisasi. Kalau ada penelitian kedelai atau komoditas lain yang bisa memperkuat pangan nasional, langsung kita kerja sama,” katanya.

Kuliah Umum
Dalam kuliah umum tersebut, Mentan Amran juga memaparkan transformasi sektor pertanian yang tengah dijalankan pemerintah. Peningkatan produksi pangan hingga Indonesia mampu menghentikan impor beras merupakan hasil dari penerapan inovasi dan teknologi melalui intensifikasi, ekstensifikasi, rehabilitasi irigasi, pompanisasi, mekanisasi, hingga pemanfaatan teknologi modern.

“Sekarang tanam sudah menggunakan mekanisasi bahkan drone. Kalau dulu satu orang menanam butuh 25 hari, sekarang satu orang bisa mengerjakan 25 hektare dalam sehari. Produksinya juga bisa mencapai 11 ton per hektare. Indonesia akan menuju ke sana, dan nanti kalian yang melanjutkan,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah memperkuat sektor pertanian di Sumatera Utara, Mentan Amran menyampaikan bahwa pemerintah telah menyalurkan dukungan untuk sektor perkebunan senilai sekitar Rp131 miliar. Sementara itu, bantuan untuk sektor pertanian mencapai sekitar Rp953 miliar atau hampir Rp1 triliun.

Mentan Amran juga mengingatkan mahasiswa agar tidak takut menghadapi tantangan apabila ingin menjadi pemimpin maupun inovator. Menurutnya, keberhasilan hanya dapat diraih oleh mereka yang siap menghadapi kritik dan tekanan.

“Kalau mau berhasil jangan antikritik. Kalau mau berhasil, harus siap dihina dan menghadapi tekanan yang tinggi,” pesannya.

Menutup kuliah umum di USU, Mentan Amran mengajak seluruh civitas akademika mengambil peran aktif dalam membangun pertanian Indonesia sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Pesan Presiden Prabowo kepada kami sederhana, bantu Merah Putih, bantu republik yang kita cintai. Kami siap mewakafkan diri untuk Merah Putih. Selanjutnya, tongkat estafet ini ada di tangan generasi muda,” pungkasnya. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup