08 Juli 2026
Pertanian

Siap Kerja, SMK PP Kementan Lepas 150 Siswa PKL ke Dunia Industri di Sumsel

post-img
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan peserta PKL, 150 siswa empat program keahlian yakni 31 siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), 62 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), 27 siswa Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), dan 30 siswa Agribisnis Ternak Unggas (ATU).

BANYUASIN (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) senantiasa meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM pertanian melalui pendidikan vokasi yang selaras kebutuhan dunia kerja. SMK Pertanian Pembangunan Negeri (PPN) Sembawa melepas 150 siswa kelas XII untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun Pelajaran 2026/2027 selama satu pekan, 6 - 13 Juli 2026.

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan Program PKL menjadi langkah nyata mencetak lulusan pertanian profesional, kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap memasuki jagat usaha dan industri.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan pertanian modern memerlukan SDM yang unggul, profesional, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

"Pembangunan pertanian yang maju hanya dapat diwujudkan melalui SDM yang kompeten, berkarakter dan berdaya saing tinggi. Pendidikan vokasi harus terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi muda yang siap menjawab tantangan sektor pertanian," katanya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa praktik kerja lapangan merupakan instrumen penting memperkuat keterkaitan (link and match) pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Menurutnya, pengalaman belajar langsung di lapangan akan meningkatkan kompetensi teknis, keterampilan kerja, serta kesiapan lulusan untuk memasuki dunia profesional.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa PKL menjadi wahana strategis dalam menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda pertanian.

SMKPPN Sembawa

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan para siswa akan menjalani PKL kurang lebih lima bulan pada sejumlah instansi pemerintah, perusahaan agribisnis, Brigade Pangan dan lembaga mitra yang telah bekerja sama dengan SMK PPN Sembawa. 

"Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta mengikuti pembekalan yang mencakup etika profesi, komunikasi di tempat kerja dan budaya industri," katanya.

Tak kalah penting, kata Budi Santoso, tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3), administrasi PKL, penyusunan laporan, hingga penguatan karakter, integritas, dan profesionalisme.

Peserta PKL, 150 siswa dari empat program keahlian yakni 31 siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), 62 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), 27 siswa Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), dan 30 siswa Agribisnis Ternak Unggas (ATU).

Pembelajaran Nyata

Budi Santoso menegaskan, ke-150 siswanya akan ditempatkan pada sejumlah mitra strategis yakni Pusat Penelitian Karet, PT Hindoli Cargill Company, PT Bina Sawit Makmur, PT Prime Agri Resources Tbk, PT Kelantan Sakti, PT Pratama Nusantara Sakti, Brigade Pangan, BPTU-HPT Sembawa, PT Sinar Sosro, PTPN I Regional 7 Musi Landas dan sejumlah perusahaan, laboratorium, dan pelaku usaha agribisnis lainnya.

Dia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan PKL untuk mengembangkan kompetensi, meningkatkan disiplin dan menunjukkan sikap profesional selama berada di dunia kerja.

"PKL bukan sekadar memenuhi kurikulum, juga menjadi proses pembelajaran nyata untuk membentuk lulusan yang kompeten, mandiri, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam pembangunan pertanian Indonesia," katanya.

Melalui Program PKL, SMK PPN Sembawa kembali menegaskan komitmennya mencetak SDM pertanian yang siap kerja, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

"Kolaborasi yang berkelanjutan antara lembaga pendidikan vokasi dan mitra industri diharapkan semakin memperkuat kualitas lulusan sekaligus mendukung terwujudnya pertanian Indonesia yang maju, modern, dan berdaya saing," ungkap Budi Santoso. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup