07 Juli 2026
Pertanian

Monitoring PM-AAS Kolaka Timur, UPT Kementan Perkuat Swasembada Pangan Sultra

post-img
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani [kanan] melakukan monitoring lapangan pada penerapan PM-AAS, menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh tahapan budidaya berjalan sesuai rekomendasi teknis, sekaligus memastikan target peningkatan produksi pangan dapat tercapai.

KOLAKA TIMUR (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku terus melakukan berbagai upaya ´Percepatan Swasembada Pangan´ melalui penguatan pendampingan, monitoring, dan penerapan teknologi pertanian modern pada sejumlah wilayah sentra produksi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengatakan upaya tersebut diwujudkan pada Monitoring Program Pertanian Modern - Advanced Agricultural System (PM-AAS) di kawasan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur, Sultra pada Kamis pekan lalu (2/7).

Upaya tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa Swasembada Pangan hanya dapat dicapai melalui kerja cepat, kolaborasi dan penerapan teknologi di lapangan. 

"Kita tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional. Pertanian modern harus menjadi budaya baru agar produktivitas meningkat, biaya produksi semakin efisien, dan kesejahteraan petani ikut bertambah," katanya.

Menurut Mentan Amran, semua pihak harus bergerak bersama mengawal target swasembada pangan Indonesia.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kualitas pendampingan di lapangan. 

"Penyuluh, UPT Kemenan, pemerintah daerah dan seluruh pendamping harus hadir memberikan solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi petani," katanya. 

Pendampingan yang konsisten, ungkap Kabadan, akan mempercepat peningkatan produktivitas dan menjadi fondasi kuat mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku PJ Swasembada Pangan Sultra menegaskan, kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh program peningkatan produksi pangan berjalan optimal, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas melalui penerapan inovasi dan mekanisasi pertanian seperti halnya Program PM-AAS.

"Program PM-AAS merupakan strategi Kementan melakukan pendampingan intensif terhadap wilayah-wilayah sentra produksi pangan," katanya.

Menurut Jamaluddin Al Afgani, melalui Program PM-AAS, berbagai unsur mulai dari penyuluh, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan bersinergi melakukan monitoring, identifikasi kendala di lapangan, percepatan penyelesaian masalah, dan memastikan target peningkatan produksi pangan dapat tercapai.

"Monitoring lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh tahapan budidaya berjalan sesuai rekomendasi teknis," ungkapnya. 

Mulai dari pengolahan lahan, penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tanaman hingga pemanfaatan Alsintan maka mesin pertanian modern harus dilakukan secara tepat agar produktivitas terus meningkat.

Drone Pertanian
Dalam kunjungan tersebut, Jamaluddin Al Afgani bersama jajaran pemerintah daerah, penyuluh, Brigade Pangan dan para petani melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan budidaya padi di lahan sawah. 

Selain mengevaluasi perkembangan pertanaman, rombongan juga menyaksikan proses pemupukan menggunakan drone pertanian, sebagai salah satu bentuk penerapan mekanisasi modern yang mampu meningkatkan efisiensi usaha tani.

"Penggunaan drone pertanian dalam kegiatan pemupukan menjadi salah satu inovasi yang mampu mempercepat pekerjaan petani," kata Jamaluddin Al Afgani.

Teknologi tersebut, ungkapnya lagi, tidak hanya menghemat waktu dan tenaga kerja, juga menghasilkan aplikasi pupuk yang lebih merata dan presisi sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk sekaligus mendukung peningkatan hasil panen.

"Kami ingin memastikan Program PM-AAS benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi. Kehadiran teknologi modern seperti drone menjadi bukti bahwa transformasi pertanian terus berjalan," katanya. 

Program PM-AAS
Jamaluddin Al Afgani mengatakan, dengan pendampingan yang intensif, pihaknya optimistis produktivitas padi di Sultra dapat terus meningkat dan target swasembada pangan dapat diwujudkan.

Upaya percepatan swasembada pangan Sultra terus dilakukan melalui peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT), Optimalisasi Lahan (Oplah), percepatan masa tanam, penggunaan varietas unggul, mekanisasi pertanian dan penguatan peran penyuluh sebagai ujung tombak pendampingan petani. 

"Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar produksi pangan daerah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," ungkapnya lagi.

Menurut Jamaluddin Al Afgani, monitoring Program PM-AAS di Kabupaten Kolaka Timur, diharapkan seluruh kegiatan percepatan swasembada pangan di Sultra dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan. 

"Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah, penyuluh, Brigade Pangan dan petani, maka Sultra diharapkan mampu menjadi salah satu provinsi penopang utama keberhasilan swasembada pangan nasional. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup