25 Mei 2026
Pertanian

Webinar MAF Polbangtan Kementan Waspadai Penyakit Eksotik Hewan Ternak

post-img
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto mengatakan Webinar MAF berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta terhadap materi MAF yang menghadirkan sejumlah narasumber, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan ternak, sebagai fondasi utama mewujudkan swasembada daging dan susu.

BOGOR (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI khususnya Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menggelar Millenial Agriculture Forum (MAF) Vol. 7 Edisi 21. Webinar MAF mengusung topik ´Kewaspadaan terhadap Ancaman Penyakit Eksotik dalam rangka Mewujudkan Swasembada Daging dan Susu´ belum lama ini.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan Webinar MAF menjadi wadah diskusi dan edukasi bagi sivitas akademika serta generasi muda pertanian untuk meningkatkan pemahaman terkait ancaman penyakit hewan yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan nasional, khususnya sektor peternakan.

Kegiatan MAF sejalan arahan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman bahwa upaya mewujudkan swasembada daging dan susu harus dibarengi dengan penguatan sistem kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular dan eksotik. 

“Ketahanan pangan nasional tidak hanya ditentukan oleh produksi, juga oleh kemampuan kita menjaga kesehatan ternak. Pencegahan penyakit eksotik harus menjadi perhatian bersama agar target swasembada daging dan susu dapat tercapai secara berkelanjutan,” katanya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa generasi muda pertanian harus memiliki kesiapan dan wawasan menghadapi tantangan sektor peternakan modern. 

“Webinar MAF menjadi ruang belajar strategis bagi mahasiswa dan generasi muda pertanian, untuk memahami isu-isu aktual, termasuk ancaman penyakit eksotik yang dapat berdampak besar pada produktivitas peternakan nasional,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menilai forum ini penting untuk memperkuat kompetensi mahasiswa melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri. 

“Mahasiswa perlu dibekali pemahaman komprehensif mengenai biosekuriti, mitigasi penyakit, serta tata kelola peternakan modern agar mampu menjadi SDM pertanian yang adaptif dan profesional,” ungkap Muhammad Amin.

Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan Webinar MAF berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang terdiri dari mahasiswa, dan stakeholder pertanian. 

"Forum ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kesehatan ternak sebagai fondasi utama mewujudkan swasembada daging dan susu di Indonesia," katanya.

Webinar MAF menghadirkan narasumber kompeten pada bidangnya yakni Operation Director PT Fajar Taurus, Catur Nugroho Wicaksono; Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, I Wayan Teguh Wibawan; dan Staf Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Sidho Ediyanto.

Dalam pemaparannya, Sidho Ediyanto membawakan materi bertajuk ´Peran Dinas dalam Penguatan Kewaspadaan Dini serta Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eksotik di Daerah´. 

Sidho Ediyanto menyoroti pentingnya sinergi pemerintah daerah melakukan pengawasan, deteksi dini hingga penanganan penyakit hewan menular guna menjaga stabilitas sektor peternakan.

Sementara itu, Catur Nugroho Wicaksono menyampaikan materi tentang ´Implementasi Biosecurity Penyakit Eksotik pada Peternakan Sapi Perah´ yang menguraikan sejumlah langkah Biosecurity yang diterapkan pada peternakan modern, untuk meminimalkan risiko masuk dan menyebarnya penyakit eksotik pada ternak sapi perah.

Penyakit Eksotik
Adapun Prof Dr drh I Wayan Teguh Wibawan membawakan materi bertema ´Zoonotic Diseases, War Without Ending´ yang mengingatkan bahwa penyakit zoonosis masih menjadi ancaman global yang memerlukan kewaspadaan dan kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan.

Wakil Direktur III Polbangtan Bogor, Rudi Hartono menyampaikan bahwa kegiatan MAF merupakan bagian dari komitmen Polbangtan Bogor mencetak SDM pertanian unggul yang siap menghadapi tantangan global. 

“Melalui forum ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori, juga memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap ancaman penyakit eksotik yang dapat mengganggu keberlanjutan sektor peternakan," katanya.

Kolaborasi lintas sektor, ungkap Rudi Hartono, menjadi kunci menjaga kesehatan hewan dan mendukung swasembada pangan nasional. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup