15 Mei 2026
Pertanian

Songsong Pensiun, UPT Kementan Latih Purnawirawan TNI AD Usaha Peternakan

post-img
BBPKH CINAGARA: Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty [kanan atas] dan Kasubdissahlur Disminpersad, Kolonel Inf Doni Firmansah [kiri atas] pada pembukaan dan penutupan `Pelatihan Pembekalan Peternakan Terpadu bagi Purnawirawan TNI AD` yang berlangsung di BBPKH Cinagara, Kabupaten Bogor, Jabar.

BOGOR - Sejumlah Purnawirawan TNI AD mengikuti ´Pelatihan Pembekalan Peternakan Terpadu bagi Purnawirawan TNI AD´ yang digelar Kementerian Pertanian RI (Kementan) pada Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan ditutup pada Rabu (13/5).

Pelatihan yang diinisasi oleh Markas Besar (Mabes) TNI AD dibuka oleh Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty bertujuan membimbing dan melatih Purnawirawan TNI AD untuk mandiri, produktif dan beradaptasi guna membangun peluang usaha sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional melalui subsektor peternakan. 

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty menegaskan komitmen Kementan mendukung peningkatan kualitas SDM peternakan melalui kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pihak, termasuk TNI AD.

Sementara Kepala Sub Dinas Pengesahan dan Penyaluran Dinas Administrasi Personel Angkatan Darat (Kasubdissahlur Disminpersad) Kolonel Inf Doni Firmansah saat menutup kegiatan pelatihan, mengatakan bahwa pelatihan menjadi langkah strategis membangun kemandirian personel melalui penguatan kompetensi dan pola pikir kewirausahaan.

Kegiatan pelatihan bagi Purnawirawan TNI AD sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa pembangunan pertanian harus ditopang oleh SDM yang tangguh, adaptif dan memiliki keterampilan yang mampu menciptakan nilai ekonomi.

“Pertanian modern membutuhkan SDM yang siap bekerja, juga siap menjadi penggerak usaha dan menciptakan lapangan kerja. Pelatihan sangat penting untuk memperkuat kapasitas masyarakat mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong lahirnya wirausahawan baru di subsektor peternakan,” tegasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa pengembangan SDM pertanian dan peternakan harus dilakukan melalui kolaborasi yang berkelanjutan antar lembaga.

“Kolaborasi antara Kementan dan TNI AD melalui pelatihan, menjadi contoh sinergi dalam menciptakan SDM profesional, mandiri, dan berdaya saing. Kami berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan di tengah masyarakat,” katanya.

BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan, penguatan kapasitas SDM melalui pelatihan kewirausahaan menjadi langkah penting menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan sektor usaha. 

"Di bidang peternakan, peningkatan kompetensi tidak hanya berperan membuka peluang ekonomi baru, juga menjadi bagian strategis mendukung ketahanan pangan nasional," katanya.

Inneke Kusumawaty mengingatkan BBPKH Cinagara tidak hanya berperan sebagai lembaga pelatihan, juga sebagai mitra strategis mencetak SDM pertanian dan peternakan unggul, mandiri dan adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.

“Kami akan terus mendukung peningkatan kapasitas SDM peternakan melalui berbagai program pelatihan berbasis kompetensi," ungkapnya lagi.

Sinergi BBPKH Cinagara dan Mabes TNI AD, ungkap Inneke Kusumawaty, menjadi langkah positif, yang akan terus dilanjutkan Kementan melalui berbagai skema pelatihan lainnya, guna membuka wawasan dan peluang lebih luas pada wirausaha peternakan terpadu.

Purnawirawan TNI AD
Dalam sambutannya, Kasubdissahlur Disminpersad Kolonel Inf Doni Firmansah menyampaikan, pelatihan menjadi langkah strategis membangun kemandirian personel melalui penguatan kompetensi dan pola pikir kewirausahaan.

“Pelatihan menjadi investasi jangka panjang sebagai modal dasar membangun usaha produktif. Kegiatan pelatihan, kapasitas dan kompetensi personel bidang peternakan terpadu semakin meningkat, sekaligus membentuk pola pikir wirausaha yang mandiri dan produktif,” katanya.

Kolonel Inf Doni Firmansah menambahkan, keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan mampu membuka peluang kontribusi nyata mendukung ketahanan pangan nasional.

“Selain menjadi bekal pasca dinas, pelatihan juga membuka peluang bagi personel untuk berkontribusi mendukung program ketahanan pangan nasional melalui subsektor peternakan,” tambahnya. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup