19 Mei 2026
Pertanian

Program MBG, UPT Kementan Dukung Penguatan Kompetensi SDM Keamanan Pangan

post-img
BBPKH CINAGARA: Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty menerima kunjungan Kepala BGN Dadan Hindayana didampingi Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti guna mendukung Program MBG yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto melalui penguatan kompetensi SDM keamanan pangan dengan berbagai program pelatihan menyasar rantai penanganan produk pangan asal hewan.

BOGOR (Kepopedia) - Badan Gizi Nasional (BGN) apresiasi komitmen Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, mendukung kapasitas SDM keamanan pangan bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui skema pelatihan berbasis kompetensi dengan pendekatan From Farm to Table atau ´dari lahan pertanian ke meja makan´.

Apresiasi bagi Kementan dikemukakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat mengunjungi BBPKH Cinagara , belum lama ini, didampingi pada Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti dan disambut Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty beserta jajarannya di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

“Program MBG membutuhkan dukungan SDM yang kompeten agar kualitas pangan yang disalurkan kepada masyarakat benar-benar terjamin," kata Dadan Hindayana.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam upaya membangun sistem pangan nasional yang berkualitas dan berdaya saing.

“Program pangan bergizi harus didukung dengan sistem keamanan pangan yang kuat. SDM yang terlibat mulai dari proses produksi, penanganan hingga distribusi harus memiliki kompetensi yang baik agar pangan yang diterima masyarakat benar-benar aman dan berkualitas,” katanya.

From Farm to Table
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa BBPKH Cinagara memiliki peran strategis mendukung peningkatan kapasitas SDM keamanan pangan, khususnya produk asal hewan yang menjadi bagian penting Program MBG.

“BBPKH Cinagara memiliki kesiapan sangat baik mendukung penguatan SDM keamanan pangan melalui berbagai pelatihan berbasis kompetensi," katanya.

Pendekatan From Farm to Table, katanya, penting untuk memastikan seluruh rantai pangan berjalan sesuai standar keamanan, higiene sanitasi dan kualitas produk.

From Farm to Table merupakan ´konsep penyajian makanan yang bersumber dari petani atau produsen lokal ke konsumen tanpa rantai distribusi panjang´. 

Penekanannya, pada penggunaan bahan organik, musiman dan segar guna meningkatkan kualitas nutrisi, mendukung ekonomi lokal serta mengurangi jejak karbon.

"Penguatan SDM menjadi langkah utama, untuk menciptakan sistem pangan yang aman, sehat dan terpercaya bagi masyarakat," kata Kabadan.

Keamanan Pangan
Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan Program MBG tidak hanya difokuskan pada penyediaan pangan, juga penguatan kualitas dan keamanan pangan hulu hingga hilir. 

"Penguatan kompetensi SDM menjadi faktor penting guna memastikan seluruh proses produksi dan distribusi pangan berjalan sesuai standar keamanan pangan," katanya.

Dadan Hindayana apresiasi kesiapan BBPKH Cinagara mendukung Program MBG melalui penguatan kapasitas SDM keamanan pangan yang terintegrasi.

“Program MBG akan Bergizi Gratis membutuhkan dukungan SDM yang kompeten agar kualitas pangan yang disalurkan kepada masyarakat benar-benar terjamin," katanya lagi.

Menurut Dadan Hindayana, kesiapan BBPKH Cinagara melalui pelatihan keamanan pangan dari hulu hingga hilir menjadi langkah penting memastikan produk asal hewan memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.

Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting membangun sistem pangan nasional yang sehat, aman dan berkelanjutan.

BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi pusat penguatan kompetensi SDM keamanan pangan melalui berbagai program pelatihan yang menyasar seluruh rantai penanganan produk pangan asal hewan.

“Kesiapan tersebut menjadi bukti komitmen BBPKH Cinagara meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM yang terlibat langsung penyediaan MBG di seluruh Indonesia," katanya.

Pelatihan yang disiapkan mencakup petugas pengambil contoh, penyembelihan sesuai syariat Islam hingga pemeriksaan keamanan daging guna memastikan seluruh produk asal hewan tetap Aman, Sehat, Utuh dan Halal atau ASUH yang memenuhi standar higienis sanitasi.

Inneke Kusumawaty menambahkan, BBPKH Cinagara terus memperkuat peran sebagai pusat pelatihan kesehatan hewan dan keamanan pangan yang adaptif terhadap kebutuhan nasional, termasuk mendukung program strategis pemerintah di bidang pangan dan gizi.

"Penguatan kompetensi SDM yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, BBPKH Cinagara diharapkan mampu menjadi bagian penting menciptakan sistem penyediaan pangan yang aman dan berkualitas guna mendukung keberhasilan program MBG di seluruh Indonesia," katanya. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup