BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelatihan Kementerian Pertanian RI (Kementan) senantiasa berupaya mengembangkan pola dan metode pelatihan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian.
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Manajemen Permagangan di P4S, yang diikuti oleh 33 pengelola Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) dari Jawa Barat.
Pelatihan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada 20–27 April 2026.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
"Tak kalah penting, untuk menjawab tantangan pembangunan pertanian agar produktivitas dan kualitas hasil pertanian Indonesia terus meningkat," katanya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa SDM merupakan faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan modernisasi sektor pertanian.
BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat menyampaikan materi ´Motivasi Berprestasi´ berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kompetensi dan kapasitas pengelola P4S.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, saya berharap terjadi peningkatan kompetensi, sikap, pola pikir, perilaku, serta inisiatif para pengelola dalam mengembangkan P4S masing-masing,” ujarnya.
Selama pelatihan, kata Ajat Jatnika, peserta memperoleh materi teoritis, praktik, dan praktik mandiri yang meliputi dasar hukum dan latar belakang keberadaan P4S, prinsip pemberdayaan P4S, kepemimpinan dan kewirausahaan, konsep serta standar penyelenggaraan permagangan di P4S.
"Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai perencanaan program permagangan, analisis kebutuhan, penyusunan kurikulum dan jadwal," katanya.
Tak kalah penting adalah pembekalan tentang manajemen peserta magang, teknik pembelajaran dan pembimbingan, komunikasi efektif, pengembangan kemitraan dan jejaring, serta monitoring dan evaluasi permagangan.
Ketua Forum Komunikasi (FK) P4S Provinsi Jawa Barat, Henda Suhenda, turut memberikan motivasi kepada peserta mengenai peran FK P4S serta program-program nyata dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
"Selama pelatihan berlangsung, diskusi interaktif antara widyaiswara dan peserta tercipta di setiap sesi," katanya.
Testimoni Peserta
Suasana pembelajaran yang santai namun tetap terarah menjadi bagian dari upaya BBPP Lembang dalam membina P4S sebagai mitra strategis untuk mencetak SDM pertanian yang adaptif terhadap perubahan dan perkembangan teknologi.
Di akhir pelatihan, salah satu peserta, Egi Zaenal M, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan daring tersebut.
“Pelatihan online ini sangat fleksibel dan nyaman. Suasana santai namun tetap serius membuat materi lebih mudah dipahami. Materi yang diberikan relevan dan membuka wawasan baru bagi kami sebagai pengelola P4S,” katanya.
Egi Zaenal menilai widyaiswara BBPP Lembang sangat kompeten menyampaikan materi secara interaktif, komunikatif dan responsif sehingga pelatihan turut meningkatkan keterampilan penggunaan teknologi serta kemampuan berpikir kritis peserta.
Ke depan, dia dan peserta lain berharap porsi praktik atau simulasi dapat diperbanyak agar pemahaman peserta semakin mendalam, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan secara optimal dalam pengelolaan P4S masing-masing. [afriski/chetty/timhumas bbpplembang]