09 Mei 2026
Pertanian

Antisipasi Kekeringan, Kementan & Pemprov Banten gelar Gertam Serempak 50 Ribu Hektar di Lebak dan Pandeglang

post-img
BB PUSTAKA: Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho DP mengatakan Program Oplah dan CSR difokuskan pada dua kabupaten yakni Lebak dan Pandeglang. Kabupaten Lebak, total luas Oplah 67 hektar tersebar di Kecamatan Malingping, Cipanas, Sajira, dan Muncang didukung 14 Brigade Pangan yang telah terbentuk.

LEBAK (Kepopedia) - Pemerintah RI senantiasa memperkuat komitmen menjaga ketahanan pangan nasional melalui Gerakan Tanam (Gertam) seluas 50 ribu hektare yang dilaksanakan secara serentak pada sejumlah wilayah, Kamis (30/4).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, Indonesia saat ini telah mencapai swasembada pangan dan mencatat berbagai prestasi di sektor pertanian.

Mentan Amran menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pelaku pertanian yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh pelaku sektor pertanian yang telah bahu-membahu hingga kita mampu meraih capaian yang baik,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan, Suwandi menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus berdasarkan data Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Suwandi menanbahkan, Kementan telah mengambil sejumlah langkah strategis, di antaranya memperkuat Sistem Peringatan Dini (Early Warning System), memantau data iklim secara intensif dan memetakan daerah rawan kekeringan.

Selain itu, Kementan juga mendorong pemerintah daerah untuk mengusulkan kebutuhan sarana air seperti irigasi perpompaan, perpipaan, sumur dangkal maupun sumur dalam. 

Bahkan, Kementan telah mengalokasikan dukungan untuk pengairan lahan kering dan tadah hujan hingga mencapai 1 juta hektare. Sekitar 200 Kepala Daerah pun telah mengonfirmasi usulan tersebut.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan, seluruh komponen SDM pertanian di Provinsi Banten turut melakukan tanam bersama. 

Dia juga mendorong penyuluh pertanian agar terus berinovasi dan aktif mendiseminasikan teknologi pertanian kepada petani.

“Penyuluh harus mampu menghadirkan solusi, meningkatkan produktivitas, serta menggerakkan generasi muda melalui Brigade Pangan sebagai upaya regenerasi petani,” katanya.

BB Pustaka

Kepala Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) Eko Nugroho Dharmo Putro menyampaikan bahwa institusinya turut berperan sebagai pendamping Brigade Pangan di Provinsi Banten.

Eko Nugroho mengatakan, Program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) difokuskan pada dua kabupaten yakni Lebak dan Pandeglang. 

"Di Kabupaten Lebak, total luas Oplah mencapai 67 hektar, yang tersebar di Kecamatan Malingping, Cipanas, Sajira, dan Muncang, dengan 14 Brigade Pangan yang telah terbentuk," katanya.

Kabupaten Pandeglang mencatat indeks pertanaman mencapai 3,4 kali per tahun dengan produktivitas sebesar 6,25 ton per hektare.

"Secara regional, produksi pertanian di Provinsi Banten juga menunjukkan tren positif, meningkat dari 620 ribu ton menjadi 680 ribu ton atau naik sekitar 60 ribu ton," ungkapnya.

Melalui sinergi lintas sektor dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah optimistis target swasembada pangan berkelanjutan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. [ferdiansyah/shinta/timhumas bbpustakakementan]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup