20 April 2026
Pertanian

Mentan Amran Ajak Lulusan ITS Penggerak Inovasi Ketahanan Pangan Global

post-img
BB PUSTAKA: Mentan Amran Sulaiman [kanan] dan Rektor ITS, Bambang Pramujati pada kegiatan Wisuda Sarjana ITS Surabaya, dengan meluluskan 1.710 wisudawan dari berbagai jenjang mulai dari sarjana hingga doktor dan profesi insinyur.

SURABAYA (Kepopedia) - Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjadi penggerak inovasi pertanian guna menghadapi tantangan ketahanan pangan global. 

Ajakan tersebut dikemukakan Mentan Amran Sulaiman saat menghadiri prosesi wisuda ITS Surabaya pada Minggu (19/4).

"Dunia saat ini menghadapi tiga krisis utama yakni krisis pangan, energi, dan air. Indonesia memiliki posisi strategis menjawab tantangan dunia, apabila mampu menjaga kemandirian di ketiga sektor tersebut," katanya

Menurut Mentan, apabila pangan, energi dan air kita mandiri, tidak ada negara yang berani mengganggu Indonesia, karena tiga hal tersebut adalah krisis global. Solusinya ada di Indonesia.

Dia menjelaskan bahwa capaian sektor pertanian nasional menunjukkan tren sangat positif. Stok pangan nasional saat ini telah mencapai 4,9 juta ton dan diproyeksikan segera menembus 5 juta ton, jauh melampaui capaian sebelumnya di kisaran 2,6 juta ton. 

Di sektor energi, pemerintah tengah mempercepat transisi menuju biofuel berbasis minyak sawit (CPO) untuk mengurangi ketergantungan impor, termasuk melalui pengembangan bioetanol (E20) yang bersumber dari tebu, jagung, dan singkong. 

“Dulu kita impor 5 juta ton solar. Nanti in shaa Allah, 1 Juli 2026 kita stop impor dan beralih ke biofuel dari produksi dalam negeri,” katanya.

Peran Perguruan Tinggi

Mentan Amran juga menyoroti peran penting perguruan tinggi menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat, seraya mengapresiasi ITS yang dinilai mampu menjawab kebutuhan teknologi nasional secara cepat dan tepat. 

“Setiap kami membutuhkan teknologi baru sesuai kebutuhan negara, ITS bisa langsung membuatnya. Ini luar biasa,” katanya.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah Traktor Listrik buatan ITS yang dinilai lebih efisien dan terjangkau. Kementan bahkan telah meminta 10 unit untuk uji coba. 

“Harganya separuh dari yang biasa, efisien, dan tidak menggunakan solar, tetapi listrik. Ini sangat hemat dan tidak tergantung bahan bakar,” katanya.

Selain itu, pengembangan energi berbasis sawit seperti bensin sawit (bio-gasoline) juga tengah didorong melalui kerja sama dengan BUMN. 

“Kita mulai dari skala kecil bersama PTPN IV, jika berhasil akan dikembangkan ke skala besar. Ini energi masa depan Indonesia, sehingga hak patennya harus dijaga,” tambahnya.

Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah tengah menuntaskan agenda besar, kemandirian nasional, di mana sektor pangan telah berada dalam kondisi aman, energi hampir tercapai melalui biofuel, dan protein hewani bahkan sudah memasuki pasar ekspor. 

“Tinggal etanol yang kita percepat. Solusinya ada di ITS,” ungkapnya. 

Mentan Amran menegaskan bahwa inovasi seperti traktor listrik, pengembangan bio-gasoline, hingga bioetanol merupakan bukti nyata kontribusi kampus menjawab kebutuhan bangsa.

1.710 Wisudawan ITS

Sementara itu, Rektor ITS Bambang Pramujati menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat kualitas lulusan agar siap menghadapi dinamika global. 

Pada wisuda kali ini, ITS Surabaya meluluskan 1.710 wisudawan dari berbagai jenjang, mulai dari sarjana hingga doktor dan profesi insinyur. 

Bambang Pramujati menegaskan bahwa ITS membekali mahasiswa dengan kompetensi terbaik, serta melibatkan industri dalam penyusunan kurikulum dan program magang agar lulusan memiliki kesiapan kerja yang tinggi. 

“Dengan keterlibatan industri, lulusan kami lebih mudah beradaptasi dan memahami kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Dia menambahkan, ITS juga mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti pada tataran akademik, melainkan menghasilkan produk inovasi yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. 

Untuk itu, kolaborasi dengan pemerintah dan industri terus diperkuat, termasuk dengan Kementan agar inovasi yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan. 

“Penelitian tidak boleh berhenti di perpustakaan, tetapi harus menjadi solusi nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Menutup rangkaian kegiatan, Mentan Amran mengajak seluruh lulusan ITS untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa melalui kerja keras, ketekunan, dan kolaborasi. 

“Ayo kita kolaborasi, kerja untuk Merah Putih. Tidak ada yang tidak bisa. Yang ada adalah sulit, dan itu pasti bisa kita taklukkan,” pungkasnya. [shinta/timhumas bbpustaka]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup