18 April 2026
Pertanian

Kementan Perkuat Peran Brigade Pangan via Akses Pembiayaan Usaha Tani

post-img
BB PUSTAKA: Brigade Pangan diharapkan mampu menjadi motor penggerak modernisasi pertanian sekaligus pilar utama mewujudkan swasembada pangan nasional, juga didorong untuk mampu mengakses pembiayaan, melakukan hilirisasi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan analisis usaha tani.

 

Lebak, Banten (B2B) - Percepatan swasembada beras kian dipacu melalui penguatan Brigade Pangan (BP) sebagai ujung tombak modernisasi pertanian, Kementerian Pertanian RI khususnya Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) menggelar Temu Teknologi Pertanian (Tektokan) bertajuk ´Akses Modal Antigagal Untuk Brigade Pangan´ di Lebak, Provinsi Banten pada Selasa (14/4). 

Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan kegiatan Tektokan diadakan oleh Pertanian Press - BB Pustaka mendukung literasi pertanian, guna percepatan swasembada beras terus diperkuat melalui kolaborasi terpadu antara pemerintah pusat dan daerah, dengan menempatkan Brigade Pangan (BP) sebagai motor penggerak modernisasi pertanian. 

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa Brigade Pangan menjadi penggerak utama pelaksanaan program strategis pemerintah, sekaligus berperan sebagai penghubung antara kebijakan dan kebutuhan petani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa Brigade Pangan merupakan sistem kolaboratif yang berlandaskan pada pemberdayaan. 

“Peran mereka tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional,” katanya.

Direktur Pembiayaan Pertanian, Purwanta mengatakan, program Kredit Usaha Alsintan hadir untuk mendorong modernisasi pertanian. 

Skema tersebut menawarkan bunga ringan sebesar 3% efektif per tahun dengan berbagai kemudahan bagi petani dan pelaku usaha. Kredit ini difokuskan untuk investasi alsintan yang dapat dimanfaatkan secara produktif, termasuk melalui skema jasa sewa.

“Kredit Alsintan tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas, juga membuka peluang usaha baru di pedesaan serta meningkatkan pendapatan petani,” jelasnya.

Sedangkan Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Ahli Muda, Direktorat Pembiayaan Pertanian, Dewi Maryusari menyampaikan dukungan Kementerian Pertanian terhadap BP yaitu dengan memberikan subsidi untuk kredit program yaitu KUR dengan bunga 6 % dan kredit alsintan dengan bunga 3 %.

BB Pustaka
Dukungan pembiayaan juga terlihat dari sektor perbankan, yaitu Kepala Unit BRI Malingping, Kabupaten Lebak, Alfajri Tasriningtyas yang mengungkapkan bahwa pihak BRI siap mendukung. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa akses modal bagi petani semakin terbuka. Tim BRI siap membantu BP membuka rekening usaha dan rekening penyusutan alsintan secara bersamaan.

 "Tentunya Tim BRI juga akan berkomunikasi secara aktif untuk meminimalkan kendala di lapangan dalam memperoleh KUR untuk usaha tani", jelasnya.

Sementara penulis buku Akses Modal Antigagal Untuk Brigade Pangan, Rizky Permana menekankan pentingnya literasi keuangan bagi pelaku usaha pertanian. Ia berharap bukunya dapat menjadi panduan praktis agar petani lebih memahami pengelolaan modal, omzet, hingga arus kas secara berkelanjutan.

“BP juga didorong untuk mampu mengakses pembiayaan, melakukan hilirisasi, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan analisis usaha tani,” tambahnya

Rizky menambakan jika peran penyuluh pendamping BP pun menjadi ujung tombak di lapangan. Mereka tidak hanya mendampingi petani dalam budi daya hingga panen, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha melalui pencatatan keuangan, hingga fasilitasi akses permodalan. 

Literasi keuangan juga terus diperkuat agar BP mampu mandiri, termasuk dalam menyisihkan pendapatan untuk penyusutan alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Dengan penguatan kelembagaan, pendampingan intensif, serta dukungan pembiayaan yang inklusif.

BP diharapkan mampu menjadi motor penggerak modernisasi pertanian sekaligus pilar utama mewujudkan swasembada pangan nasional. [dimas/shinta/tim humasbbpustaka]

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup