31 Mei 2026
Pertanian

Perkuat Profesionalisme ASN, UPT Pelatihan Kementan Sosialisasi Budaya Kerja

post-img
BBPKH CINAGARA: Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengapresiasi kehadiran Analis SDM Aparatur Ahli Muda pada Biro Organisasi dan SDM Aparatur Kementan, Dwi Kurnia Rachman yang elaborasi pemahaman aturan kepegawaian, kode etik dan disiplin pegawai.

 

BOGOR (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus mendorong penguatan integritas dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui sosialisasi budaya kerja, kode etik, dan disiplin pegawai pada BBPKH Cinagara.

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan kegiatan pelatihan digelar oleh Biro Organisasi dan SDM Aparatur Kementan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor pada Rabu (11/3).

Kegiatan sosialisasi sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman tentang pentingnya membangun aparatur yang berintegritas dan berorientasi pada kinerja sebagai bagian dari transformasi birokrasi di sektor pertanian.

“Kementan membutuhkan ASN yang disiplin, profesional dan berintegritas tinggi. Budaya kerja yang kuat akan menjadi fondasi mempercepat program pembangunan pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengingatkan bahwa penguatan budaya kerja ASN merupakan bagian penting dalam membangun SDM pertanian unggul dan adaptif.

“Penguatan nilai-nilai BerAKHLAK harus terus diinternalisasikan kepada seluruh ASN lingkup Kementerian Pertanian. Dengan SDM yang profesional, berintegritas, dan disiplin, kita dapat menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas serta mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan,” ujar Idha.

BBPKH Cinagara

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab.

"Sesi diskusi memberikan ruang bagi para pegawai untuk memperdalam pemahaman terkait penerapan budaya kerja, kode etik dan disiplin pegawai di lingkungan Kementan," katanya.

Melalui kegiatan tersebut, kata Inneke Kusumawaty, diharapkan seluruh pegawai BBPKH Cinagara semakin memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

"Sosialisasi diikuti oleh seluruh pegawai BBPKH Cinagara dan bertujuan meningkatkan pemahaman serta implementasi budaya kerja aparatur yang berlandaskan integritas, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap aturan kepegawaian," katanya lagi.

Kegiatan sosialisasi, ungkap Inneke Kusumawaty, juga menjadi bagian dari penguatan penerapan Core Values ASN BerAKHLAK serta employer branding ASN ´Bangga Melayani Bangsa´ di lingkungan Kementan.

Budaya Kerja

Materi sosialisasi disampaikan oleh Analis SDM Aparatur Ahli Muda Biro Organisasi dan SDM Aparatur Kementan, Dwi Kurnia Rachman yang menegaskan bahwa pemahaman terhadap aturan kepegawaian, kode etik dan disiplin pegawai merupakan fondasi penting membangun birokrasi profesional berintegritas.

“Budaya kerja yang kuat harus dimulai dari kesadaran setiap individu ASN untuk menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan tanggung jawab," katanya.

Dwi Kurnia Rachman menambahkan, dengan memahami aturan serta batasan kepegawaian, kita dapat bekerja secara profesional dan menjaga marwah institusi.

Dia juga memaparkan berbagai ketentuan terkait disiplin pegawai, jenis pelanggaran disiplin, serta mekanisme pembinaan dan penegakan aturan di lingkungan Kementan. 

"Pemahaman tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang tertib, profesional dan berorientasi pelayanan publik," ungkap Dwi Kurnia Rachman.

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi tersebut, yang menjadi bagian penting dalam memperkuat karakter serta etika kerja aparatur di lingkungan BBPKH Cinagara.

“Sosialisasi ini menjadi pengingat bagi seluruh pegawai bahwa sebagai ASN kita memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga integritas, disiplin, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Nilai-nilai BerAKHLAK harus menjadi budaya dalam setiap aktivitas kerja,” ujarnya. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup