14 Januari 2026
Pertanian

Sinergi Teknologi Pertanian, Polbangtan Bogor Tuan Rumah Forum Perteta

post-img
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto mengatakan dengan terselenggaranya forum tersebut di Polbangtan Bogor, diharapkan terbentuk road map kolaborasi nasional yang solid antara institusi pendidikan vokasi dan teknologi pertanian.

KOTA BOGOR - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Teknologi Pertanian Indonesia dan pertemuan Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (Perteta) pada Jumat (19/12). 

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan forum strategis tersebut menjadi ruang konsolidasi nasional dalam merespons tantangan pembangunan pertanian berbasis teknologi menuju Kedaulatan Pangan Nasional.

Kegiatan diprakarsai oleh Staf Khusus Mentan, Sam Herodian, sebagai tindak lanjut atas arahan dan tantangan langsung dari Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk mendukung penuh Visi Presiden RI di sektor pangan.

Forum dihadiri para Dekan Fakultas Teknologi Pertanian serta anggota Perteta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia antara lain IPB University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Jember, Universitas Padjadjaran, Universitas Andalas, Universitas Udayana, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Syiah Kuala, Universitas Lampung, serta perwakilan BBPP Batangkaluku, Gowa.

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi teknologi pertanian dan institusi vokasi merupakan kunci utama percepatan transformasi pertanian nasional. 

“Kedaulatan pangan tidak bisa dicapai dengan cara biasa. Kita membutuhkan inovasi teknologi, mekanisasi, dan SDM unggul. Perguruan tinggi dan Perteta memiliki peran strategis melahirkan solusi nyata bagi petani dan bangsa,” katanya.

Mentan Amran menekankan pentingnya penguatan industri alat dan mesin pertanian dalam negeri agar Indonesia tidak terus bergantung pada produk impor.

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi teknologi pertanian dan Polbangtan sebagai institusi vokasi sangat penting dalam mencetak SDM pertanian masa depan.

"Kolaborasi akan memperkuat link and match antara inovasi teknologi, pendidikan vokasi, dan kebutuhan riil di lapangan. Polbangtan Bogor menjadi simpul strategis dalam menyiapkan SDM pertanian yang melek teknologi dan siap menghadapi tantangan global,” katanya.

Polbangtan Bogor

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan dengan terselenggaranya forum tersebut di Polbangtan Bogor, diharapkan terbentuk road map kolaborasi nasional yang solid antara institusi pendidikan vokasi dan teknologi pertanian.

"Sinergi tersebut diyakini akan menjadi mesin penggerak utama transformasi pertanian, sekaligus memperkuat langkah Indonesia menuju lumbung pangan dunia," katanya.

Dalam forum komunikasi ini, ungkap Yoyon Haryanto, para peserta menyepakati sejumlah output strategis sebagai arah aksi ke depan. 

"Salah satunya adalah penguatan peran Perteta dalam pengembangan alat dan mesin pertanian (Alsintan) melalui inovasi kolaboratif, pengembangan industri alsintan menuju manufaktur nasional, serta penerapan standar yang tepat untuk menekan masuknya produk impor," katanya.

Selain itu, forum juga mendorong hilirisasi produk perkebunan melalui pemanfaatan teknologi unggulan dari masing-masing universitas, serta penguatan mekanisasi dan digitalisasi pertanian, termasuk pemantauan Luas Tambah Tanam (LTT) secara real-time berbasis teknologi digital. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup