31 Mei 2026
Pertanian

Polbangtan Kementan & Taiwan Technical Mission Lanjut Bahas Kerjasama Strategis

post-img
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto mengatakan, Rakor fokus membahas optimalisasi kegiatan bersama yang dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kompetensi petani dan penguatan program pembelajaran di Polbangtan Bogor.

BOGOR - Kegiatan koordinasi tindak lanjut kerja sama antara Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor dan Taiwan Technical Mission (TTM) kembali dilaksanakan di Kampus Polbangtan Bogor pada Jumat (3/10).

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan, pertemuan tersebut menjadi langkah penting memperkuat sinergi kedua pihak bagi pengembangan pertanian dan peningkatan kapasitas petani di wilayah Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, kerjasama antara BPPSDMP Kementan dengan TETO Taiwan membuka pintu bagi generasi muda pertanian Indonesia mengakses pengalaman global. 

"Program magang di Taiwan memungkinkan mereka belajar langsung teknologi, proses produksi, hingga praktik agribisnis modern yang selama ini belum banyak mereka jumpai di dalam negeri," katanya.

Upaya tersebut, ungkap Mentan Amran, bukan sekadar magang luar negeri, melainkan investasi jangka panjang dalam kualitas SDM pertanian kita.

"Setelah kembali ke Indonesia, saya harap mereka menjadi agen perubahan yang membawa inovasi dan meningkatkan daya saing pertanian nasional," katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa kolaborasi Kementan dengan TETO Taiwan menjadi salah satu jalur strategis dalam mewujudkan visi SDM unggul pertanian. 

Menurutnya, melalui skema magang dan pertukaran teknologi, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman teknis, juga pembentukan karakter, etika kerja, dan pemahaman budaya kerja internasional. 

“Kami memastikan bahwa proses seleksi, pembekalan, dan pendampingan berjalan transparan dan profesional. Mulai dari pemahaman kontrak magang hingga kesiapan mental peserta," katanya.

Dengan demikian, ungkap Kabadan,saat mereka kembali ke tanah air, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung ketahanan dan kemandirian pangan Indonesia.

Polbangtan Bogor

Rapat Koordinasi (Rakor) dihadiri oleh delegasi TETO Taiwan dipimpin Dennis Kao; jajaran pimpinan Polbangtan Bogor di antaranya Wakil Direktur I Reni Suryanti; Wakil Direktur III Rudi Hartono; Ketua Teaching Factory, Didi Kurniasandi; Manajer TeFa Jurusan Pertanian, Ketua Kelompok Substansi AAKA, Ketua Tim Kerjasama dan Project Manager K-Smart.

Turut hadir perwakilan dari Kementan yakni Markwin dari Biro Kerja Sama Luar Negeri (KLN) serta Devi dan Miko dari BPPSDMP Kementan.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan, dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas lebih lanjut mengenai ranah dan mekanisme implementasi kerja sama yang tengah dijalankan. 

"Fokus pembahasan diarahkan pada optimalisasi kegiatan bersama yang dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kompetensi petani dan penguatan program pembelajaran di Polbangtan Bogor," katanya.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan terjalin pertukaran pengetahuan dan teknologi antara Polbangtan Bogor dan Taiwan Technical Mission, sehingga mampu mendorong inovasi di sektor pertanian, khususnya dalam pengembangan smart agriculture dan pengelolaan greenhouse.

Kerjasama tersebut, ungkap Yoyon Haryanto juga menjadi wujud komitmen Polbangtan Bogor dalam memperluas jejaring internasional serta mendukung program Kementan untuk mencetak petani milenial yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup