31 Mei 2026
Pertanian

Dukung Program CSR, 33 Mahasiswa Polbangtan Kementan Dikerahkan ke Kalteng

post-img
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan, selama satu bulan, mahasiswa tinggal di lokasi CSR untuk mendampingi Brigade Pangan Kecamatan Dadahup, Kapuas, Kalteng mengelola usaha tani. Kehadiran mereka diharapkan mempercepat realisasi program melalui penerapan ilmu dan keterampilan dari bangku kuliah.

KAPUAS - Sebanyak 33 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor dari Jurusan Pertanian dan Peternakan dikerahkan ke Kecamatan Dadahup di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah pada Rabu (24/9). Guna mendukung program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang digagas oleh Kementerian Pertanian RI dalam  upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan, 33 mahasiswa terdiri atas 18 mahasiswa Program Studi (Prodi) Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) dan Prodi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH) sebanyak 15 mahasiswa. Mereka didampingi dua dosen, yakni Arif Prastiyanto dan Bayu Adirianto.

Pengerahan mahasiswa Polbangtan Bogor sejalan upaya Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, bahwa keterlibatan mahasiswa pertanian menjadi energi baru bagi pembangunan pangan Indonesia. 

“Generasi muda harus hadir dan mengambil peran nyata dalam mewujudkan swasembada pangan. Dengan semangat, pengetahuan, dan inovasi yang mereka bawa, kita optimistis program akan memberikan hasil signifikan bagi kemandirian pangan nasional,” katanya.

Program CSR, ungkap Mentan Amran, merupakan langkah strategis pemerintah membuka lahan baru dan meningkatkan kapasitas produksi beras nasional. 

Provinsi Kalimantan Tengah dipilih sebagai salah satu lokasi prioritas, karena memiliki potensi lahan luas yang mendukung pengembangan pertanian skala besar.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti turut memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa. 

“Ini adalah momentum penting untuk menghubungkan dunia akademik dengan dunia kerja nyata. Mahasiswa Polbangtan tidak hanya belajar, juga menjadi bagian solusi pembangunan pertanian nasional,” katanya.

Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto menambahkan bahwa keberangkatan mahasiswa ke Dadahup merupakan sarana pembelajaran yang tidak ternilai. 

"Keikutsertaan mahasiswa merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Program CSR yang digagas oleh Kementan, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional," katanya. 

Selama satu bulan penuh, ungkap Yoyon Haryanto, mahasiswa akan tinggal di lokasi CSR sekaligus terjun langsung mendampingi Brigade Pangan di Dadahup dalam mengelola usaha tani. 

"Kehadiran mereka diharapkan mampu mempercepat realisasi program melalui penerapan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di bangku kuliah," katanya lagi.

Yoyon Haryanto menambahkan, Kementan menginginkan mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, juga mengasah kemampuan adaptasi, kolaborasi dan inovasi di lapangan. Dengan demikian, mereka akan tumbuh sebagai calon pemimpin pertanian yang siap menghadapi tantangan masa depan.

"Selain mendampingi petani, mahasiswa juga akan dilibatkan pada berbagai kegiatan teknis mulai dari pemetaan lahan, pengolahan tanah, penanaman, hingga monitoring pertumbuhan padi dan analisis usaha tani," ungkapnya.

Kehadiran mereka, tambah Yoyon Haryanto, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi serta memberikan masukan berbasis teknologi dan praktik pertanian modern.

Melalui keterlibatan tersebut, katanya lagi, mahasiswa tidak hanya menambah pengalaman lapangan, juga membangun rasa tanggung jawab untuk ikut serta dalam mewujudkan swasembada pangan Indonesia. 

"Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perguruan tinggi dapat menjadi motor penggerak penting dalam pembangunan pertanian nasional," tutup Yoyon Haryanto. [agm/wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup