BATANGHARI - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali memperkuat peran generasi muda pertanian, dengan menyelenggarakan Pembekalan Brigade Pangan (BP) di BPP Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi.
Kegiatan pembekalan diikuti oleh empat BP selama tiga hari dengan konsep kelas interaktif, mulai Kamis dua pekan lalu (14/8) menghadirkan narasumber dari dosen Polbangtan Bogor, Liaison Officer (LO) wilayah Kabupaten Batang Hari, serta Kabid Penyuluhan Kabupaten Batang Hari.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan, para peserta mendapatkan materi komprehensif mencakup penggunaan alat dan mesin pertanian (Alsintan), teknik budidaya, rancangan analisis usaha tani, hingga pencatatan usaha tani dan alsintan.
Pembekalan BP sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman tentang pentingnya regenerasi petani untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kedaulatan pangan Indonesia tidak hanya bertumpu pada teknologi, juga pada semangat generasi muda yang siap turun ke lapangan," katanya.
Brigade Pangan, ungkap Mentan, harus menjadi ujung tombak dalam mewujudkan pertanian modern yang berdaulat dan menyejahterakan petani.
Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pendidikan vokasi pertanian memainkan peran vital dalam menyiapkan sumber daya manusia unggulan.
Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan,
seluruh materi pembekalan dirancang untuk membangun semangat kolaborasi, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta mendorong optimalisasi teknologi pertanian di lapangan.
“Pembekalan bukan sekadar transfer ilmu, juga penguatan karakter dan kapasitas manajerial. Dengan dukungan Polbangtan, Brigade Pangan di Batang Hari diharapkan mampu menjadi pionir penerapan teknologi dan inovasi di sektor pertanian,” ujarnya.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara lembaga pendidikan vokasi, pemerintah daerah, dan Kementerian Pertanian.
“Polbangtan Bogor berkomitmen mencetak insan pertanian yang terampil, mandiri, dan inovatif," katanya.
Kehadiran Brigade Pangan di Batang Hari, ungkap Yoyon Haryanto, menjadi langkah strategis memperkuat kelembagaan petani, menggerakkan pertanian modern dan mendorong lahirnya wirausaha muda pertanian.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan insan pertanian unggul, yang siap menghadapi tantangan dan berkontribusi nyata dalam membangun pertanian Indonesia yang adaptif dan berkelanjutan. [agm/wisda/timhumas polbangtanbogor]