01 Juni 2026
Pertanian

Tangkal Kemarau, Kementan Dorong BP Aceh Barat Tingkatkan Kinerja & Koordinasi

post-img
PUSLUH KEMENTAN: Rakor ditindaklanjuti PJ Aceh Barat, Septalina Pradini bersama Kabid PSP, Hendra dan Babinsa dari Koramil setempat serta pihak-pihak terkait untuk survei lapangan, terutama wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] yang kekurangan air serta saluran irigasi di Sungai Woyla di Kecamatan Pante Ceremen.

MEULABOH - Musim kemarau adalah ketentuan alam dan manusia harus berusaha menangkalnya, dengan mekanisasi dan inovasi teknologi pertanian agar kekeringan  mampu diantisipasi, sehingga produksi dan produktivitas pertanian tetap terjaga bahkan dapat meningkat.

Pengembangan Brigade Pangan [BP] sebagai program strategis Kementerian Pertanian RI dalam upaya mengatasi tantangan alam tersebut, dengan pengembangan ekosistem agribisnis modern yang memberdayakan generasi muda pedesaan melalui sinergi teknologi dan semangat membangun pertanian di pedesaan.

Harapan tersebut dikemukakan Penanggung Jawab [PJ] Kementerian Pertanian RI untuk Kabupaten Aceh Barat, Septalina Pradini di Meulaboh pada Rapat Koordinasi [Rakor] Pendampingan dan Pengawalan Swasembada Pangan Kabupaten Aceh Barat, Kamis [10/7].

Rakor di Meulaboh dihadiri 60 peserta di antaranya Kepala Staf [Kasdim] Kodim 0105/Abar, Mayor Cke Teguh Widodo mewakili Dandim Abar, Letkol Inf Hendra Mirza; Kabid PSP Abar, Hendra; Penyuluh Utama Provinsi Aceh, Nurlisma; Penyuluh Madya Kementan, Joko Samiyono; sejumlah Danramil dan Babinsa; para Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] dan pengelola Brigade Pangan [BP] Abar.

Upaya Aceh Barat sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman tentang eksistensi BP sebagai program yang bertujuan untuk mencapai swasembada pangan melalui pemberdayaan petani muda dan Optimalisasi Lahan [Oplah]. 

"Brigade Pangan menjadi ujung tombak dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya komoditas beras, yang melibatkan generasi muda sebagai petani milenial yang terampil dan berorientasi bisnis," katanya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan target swasembada pangan, digerakkan BP untuk peningkatan produksi pertanian.

"Brigade Pangan yang beranggotakan 15 orang generasi muda didukung Alsintan, diharapkan dapat mempercepat peningkatan Indeks Pertanaman atau IP sekaligus meningkatkan usaha pertanian berorientasi bisnis," katanya.

Sementara Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan] BPPSDMP Kementan, Tedy Dirhamsyah mengakui pentingnya sinergi pemerintah pusat dengan daerah, aparat keamanan, penyuluh, akademisi dan para petani mencapai target swasembada pangan serta kepada para penyuluh Aceh atas semangat dan kinerjanya mencapai target LTT.

Brigade Pangan
PJ Aceh Barat, Septalina Pradini pada Rakor mengingatkan Brigade Pangan Aceh Barat untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan stakeholders pertanian setempat.

"Kementan harapkan LTT, Oplah dan Brigade Pangan dapat berjalan baik. Tidak ada kendala yang hambat budidaya dan peningkatan produksi," kata Septalina yang juga menjabat Ketua Kelompok Koordinasi [Kakelsi] Kelembagaan dan Ketenagaan Penyuluhan - Pusluh BPPSDMP Kementan.

Kendati demikian, ungkapnya, untuk capaian realisasi Brigade Pangan [BP] diakuinya masih berada di zona kuning, sehingga perlu ada upaya-upaya khusus untuk meningkatkan dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi para BP.

Septalina mengakui, perkembangan BP hingga Juni 2025 cukup bagus, terutama terkait bantuan dolomit, benih dan Alsintan yang sudah diterima oleh masing-masing BP. 

Sementara Kabid PSP Distan Horti Aceh Barat, Hendra akui pihaknya menindaklanjuti Inpres No 2/2025 telah ajukan 13 lokasi irigasi untuk rehab saluran sekunder, salah satunya di Sungai Woyla. Pada 2021 di Alue Panyang selain bendungan sudah dibangun sumur bor.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Pante Cermen, Murdani melaporkan tentang Pintu Air Meureubo tersumbat lantaran tertutup beton robohan bangunan pintu air.

Koordinator BPP Kaway XVI, Muhtazar melaporkan realisasi Alsintan sudah diterima dan dimanfaatkan, ada pula yang disewakan, sedangkan bantuan dolomit baru terima separuh seraya melaporkan hampir satu bulan hujan tidak turun.

"Alhamdulillah hari ini turun hujan seperti menyambut Ibu PJ Kementan. Semoga bulan Juli penanaman selesai," katanya.

Rakor ditindaklanjuti PJ Aceh Barat, Septalina Pradini bersama Kabid PSP, Hendra serta pihak terkait untuk survei lapangan, terutama wilayah kerja BPP yang kekurangan air serta saluran irigasi di Sungai Woyla di Kecamatan Pante Ceremen. [nurlisma/timhumaspusluh bppsdmpkementan]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup