01 Juni 2026
Pertanian

Ekspor Hortikultura, Polbangtan Kementan Percepat Pembangunan Packing House

post-img
POLBANGTAN BOGOR: Kerja sama Kementan dengan TETO dan Taiwan ICDF ini adalah bentuk kolaborasi strategis untuk mendukung pemerintah meningkatkan kuantitas dan kualitas ekspor hortikultura. Bagian dari upaya Indonesia memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya petani di wilayah binaan.

BOGOR - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus mengakselerasi pembangunan Packing House di kampus, sebagai bagian dari upaya strategis mendukung peningkatan ekspor produk hortikultura dan pemberdayaan petani lokal.

Guna mematangkan upaya tersebut, Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto bersama Wakil Direktur dan tim teknis menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) lanjutan yang dipimpin  oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, belum lama ini.

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengapresiasi langkah cepat Polbangtan Bogor lantaran Packing House modern akan menjadi model pemberdayaan petani dan peningkatan kualitas produk hortikultura nasional. 

“Ini bukan hanya tentang membangun infrastruktur, juga membangun kapasitas petani dan mahasiswa agar siap menghadapi tantangan global," katanya.

Sementara Kabadan SDM mengharapkan Packing House Polbangtan Bogor dapat menjadi pusat inovasi yang menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan pasar internasional.

Rakor dihadiri Atase Pertanian Taipei Economic and Trade Office (TETO) dan perwakilan Taiwan International Cooperation and Development Fund (ICDF) yang menjadi mitra penting dalam proyek ini. 

“Pembangunan Packing House harus menjadi bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi terkait pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat serta mampu memberikan dampak nyata bagi petani di sekitar wilayah Polbangtan Bogor,” kata Santi.

Dia menekankan tentang pentingnya fasilitas tersebut untuk mendukung standar kualitas pasca panen, sehingga produk hortikultura Indonesia semakin kompetitif di pasar ekspor.

Kabadan SDM berharap proyek dapat meningkatkan kualitas produk hortikultura sehingga layak ekspor sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani binaan Polbangtan Bogor. 

"Selain untuk skala komersial, fasilitasnya juga akan menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa dalam mendukung implementasi teknologi pasca panen yang berstandar internasional," ungkap Santi.

Menurutnya, kerja sama dengan TETO dan Taiwan ICDF ini adalah bentuk kolaborasi strategis untuk mendukung pemerintah meningkatkan kuantitas dan kualitas ekspor hortikultura. 

"Ini juga bagian dari upaya kita memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya petani di wilayah binaan Polbangtan,” tambah Santi.

Dengan komitmen kuat berbagai pihak, proyek pembangunan Packing House ini diharapkan segera terealisasi dan menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan rantai pasok hortikultura nasional. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup