01 Juni 2026
Pertanian

Ketahanan Pangan Nasional, Kementan gelar Rakor Brigade Pangan Banyuasin Sumsel

post-img
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso [ke-3 kanan] mendampingi Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti [tengah] dan Kapuslat Inneke Kusumawaty [ke-5 kanan] pada Rakor Brigade Pangan di Kabupaten Banyuasin, Sumsel yang dihadiri pihak-pihak terkait bagi terwujudnya swasembada pangan nasional.

BANYUASIN - Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Brigade Pangan yang dipimpin oleh Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti di Aula SMKPP Negeri Sembawa, Rabu (9/7).

Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian dengan memberikan penguatan Brigade Pangan (BP) untuk menggunakan teknologi modern yang terus di gencarkan. 

Program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, mewujudkan swasembada pangan, dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian.

Rakor dihadiri oleh Wakil Bupati Banyuasin, Dandim 04, Babinsa, Polres, BPTU Sembawa, BRMP Pasca Panen Banyuasin, Camat Sembawa, Kepala Desa Kab Banyuasin, Penyuluh Pertanian, Brigade Pangan Banyuasin dan para LO Banyuasin.

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa Kementan terus fokus dalam upaya meningkatkan produksi pangan, khususnya komoditas padi, untuk mewujudkan swasembada pangan secepat cepatnya.

“BP merupakan paket lengkap dengan program optimalisasi lahan, dengan adanya BP lahan pertanian bisa di olah secara modern, profesional dan terampil,” katanya.

BP merupakan garda terdepan, ungkap Mentan Amran, dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis serta menghasilkan pendapatan dan keuntungan.

Pertanian Modern
Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti mengatakan ketika Presiden RI Prabowo Subianto mencanangkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. 

"Kementan tidak hanya fokus pada peningkatan produksi dan produktivitas, atau soal ketersediaan lahan dan teknologi,  juga pada pelibatan generasi muda dalam kegiatan swasembada pangan karena kita diuntungkan oleh generasi milenial," katanya.

Kegiatan BP diarahkan pada kegiatan pertanian modern, harus ada manajemen modern maka BP harus siap bergerak, ketika Alsintan diterima oleh BP. 

"Alsintan harus segera dioperasionalkan. Jangan menganggur apalagi mangkrak. BP wajib melakukan pencatatan kegiatan usaha taninya, serta penghitungan penyusutan Alsintan sehingga BP bisa mengetahui berapa pemasukan dan ditabung dalam rekening penyusutan sendiri,” ungkap Kabadan.

Konsep pertanian modern akan terus diperkenalkan melalui BP seperti penggunaan Alsintan, varietas padi genjah yang dapat ditanam dua hingga tiga kali setahun. Di dalam BP ada struktur yang terdiri dari manajer, divisi budidaya, divisi Alsintan, divisi pemasaran dan divisi keuangan, yang berjalan sesuai tugasnya.

"Mewujudkan ketahanan pangan ini tidak bisa  dilakukan hanya oleh Kementan, tetapi juga oleh pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pihak terkait, terutama Petani dan Penyuluh,” tambah Kabadan Santi.

Dia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah untuk bisa mendorong BP melakukan usaha taninya, maka BP ini bisa menjadi kelompok tani masa depan yang mengelola pertanian modern, mandiri dan berkualitas.

Kabupaten Banyuasin
Kepala SMKPP Negeri Sembawa, Budi Santoso mengatakan  bahwa di Kabupaten Banyuasin terdapat 49 BP, pelaksanaan Oplah 10.426 hektar. Dari 49 BP, ternyata masih ada yang belum membuka Buku Rekening Bank sehingga dari pihak dinas sudah mempertemukan BP dengan pihak bank terkait pembukaan buku rekening.

Budi Santoso melaporkan bahwa Kabupaten Banyuasin sudah menerima transplanter 35 unit, TR 2 150 unit, TR 4 42 unit, rotavator 43 unit, combine 37 unit, pompa air 138 unit, comprenser 14 unit yang diambil 12 unit sisa nya masih ada.

"Kami berharap rekan-rekan BP dapat menjadi tulang punggung untuk swasembada pangan di Indonesia. Petani sebagai besar sudah lanjut usia. Harapannya dengan adanya BP, dapat menggantikan petani yang lanjut usia," ungkapnya.

Budi Santoso juga mendorong BP untuk aktif di media sosial agar publik mengetahui keberhasilan mereka dan bisa menjadi daya tarik minat generasi muda agar mau berkecimpung di dunia pertanian serta mendukung swasembada pangan", tutupnya. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup