BOGOR - Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-7, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk ´Peran Teknologi Pertanian dalam Mewujudkan Swasembada Pangan´ di Kota Bogor, Jawa Barat pada Selasa (2/7).
Kegiatan seminar nasional digelar secara virtual yang menarik perhatian ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, peneliti, praktisi, penyuluh hingga mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman dalam sambutan tertulisnya mengatakan tentang pentingnya penguasaan teknologi sebagai kunci utama untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan.
"Pertanian modern hanya bisa diwujudkan dengan sinergi antara inovasi teknologi, mekanisasi, dan peningkatan kualitas SDM," katanya.
Mentan Amran Sulaiman mengharapkan, Polbangtan Bogor terus menjadi garda terdepan mendidik generasi muda yang siap menghadapi tantangan global di sektor pertanian.
Tantangan ketahanan pangan di era perubahan iklim dan geopolitik global, ungkapnya, harus dijawab dengan transformasi sistem produksi melalui teknologi digital, otomatisasi dan alat mesin pertanian (Alsintan) canggih.
Hal senada dikemukakan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti tentang pentingnya literasi teknologi di kalangan petani muda.
"Keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh Alsintan, juga kemampuan SDM untuk memanfaatkannya secara optimal. Generasi muda harus menjadi pelopor pertanian modern, selaku ujung tombak transformasi teknologi dan inovasi," katanya.
Seminar tersebut, ungkap Kabadan, menjadi ruang strategis berbagi pengetahuan dan membangun jejaring kolaborasi.
Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto dalam sambutannya mengatakan, seminar nasional merupakan wujud komitmen kampus dalam mendorong transformasi pertanian Indonesia melalui inovasi dan teknologi.
"Sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan lahan, hingga regenerasi petani," katanya.
Oleh karena itu, ungkap Yoyon Haryanto, pemanfaatan teknologi modern menjadi solusi strategis meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan nasional.
“Melalui forum ilmiah ini, Polbangtan Bogor ingin menjadi bagian penting dalam upaya literasi teknologi bagi generasi muda pertanian," ungkapnya lagi.
Yoyon Haryanto meyakini, bahwa teknologi dan inovasi adalah kunci untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern.
Seminar nasional menghadirkan tiga keynote speakers yang merupakan pakar ternama pertanian Indonesia yakni Guru Besar Universitas Lampung (Unila) Prof Dr Ir Bustanul Arifin, M.Sc yang merupakan pakar ekonomi pertanian, yang menekankan tentang pentingnya teknologi digital untuk mendukung kebijakan pangan yang berkelanjutan.
Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Ir Lilik Sutiarso, M Eng, IPU, ASEAN Eng, APEC Eng, yang fokus pada inovasi mekanisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Tim Pakar Bidang Susu Badan Gizi Nasional (BGN) Prof Dr Epi Taufik, S.Pt, MVPH., M.Si, memaparkan pentingnya inovasi teknologi peternakan sebagai bagian integral ketahanan pangan.
Diskusi yang dipandu oleh Ir Syafaruddin, Ph D sebagai moderator berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif bertanya dan memberikan masukan.
Yoyon Haryanto menambahkan, kegiatan seminar juga menjadi ajang networking bagi peserta dari berbagai daerah untuk saling berbagi pengalaman dan inovasi.
Dengan mengusung semangat ´Polbangtan Jawara´, yang bertekad melahirkan lulusan-lulusan yang siap menjadi motor penggerak pertanian modern di Tanah Air.
Ketua Penyelenggara Seminar, Ismi Puji berharap seminar diharapkan menginspirasi semua pihak, khususnya generasi muda, untuk aktif mengadopsi teknologi bagi swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Seminar nasional ini ditutup dengan ajakan memperkuat kolaborasi antar stakeholders dalam membangun ekosistem pertanian yang tangguh dan berdaya saing di era industri 4.0. [wisda/timhumas polbangtanbogor]