01 Juni 2026
Pertanian

Dukung Swasembada Pangan, Kementan Maksimalkan Galuh LTT dan e-Pusluh di Serdang Bedagai

post-img
POLBANGTAN MEDAN: Direktur Nurliana Harahap mengatakan pihaknya mendorong Penanggung Jawab (PJ) kabupaten/kota yang sudah dibentuk untuk mengawal dan mengejar Luas Tambah Tanam (LTT) yang sudah ditetapkan oleh Dinas Pertanian Sumut.

Serdang Bedagai, Sumut (B2B) - Kementerian Pertanian RI melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan berkerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai melaksanakan kegiatan “Gerakan Penyuluh Mendorong Luas Tambah Tanam (Galuh LTT) pada Kamis (17/04/2025) di Aula Dinas Pertanian Sergai.

Kegiatan yang dihadiri 100 penyuluh pertanian dari berbagai kecamatan di Serdang Bedagai ini merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional. 

Turut hadir narasumber dari Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Anny Mulyani yang memberikan materi tentang strategi percepatan LTT melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya aplikasi e-Pusluh. 

Hal itu sesuai dengan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan, swasembada pangan bukanlah hal yang mustahil melainkan suatu tujuan yang dapat segera tercapai dengan strategi yang tepat.

“Sektor pertanian adalah tulang punggung ekonomi bangsa, dan kita membutuhkan tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti dalam arahannya menyampaikan bahwa Galuh harus nyata. 

Kabadan mendorong penyuluh dan petani untuk melakukan percepatan LTT di Indonesia seraya memgingatkan arahan Mentan Amran Sulaiman agar penyuluh bersama-sama merapatkan barisan dalam melaporkan laporan kegiatan di lapangan ke dalam aplikasi e-Pusluh. 

Gerakan Galuh LTT meliputi percepatan LTT, pengawalan dan mengoptimalisasikan Brigade Pangan (BP), akselarasi program Kementan dan melaporkan laporan ke e-Pusluh.

Profesor Anny dalam materinya mengatakan aplikasi tersebut menjadi alat penting dalam memantau, mencatat, dan melaporkan kegiatan penyuluhan secara terjadwal dengan sistem Kementan.

“Aplikasi e-Pusluh bukan hanya alat administrasi, juga instrumen pengambilan keputusan. Data yang akurat dan cepat dari penyuluh akan sangat menentukan keberhasilan program LTT,” katanya.

Polbangtan Medan

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap mengatakan pihaknya mendorong Penanggung Jawab (PJ) kabupaten/kota yang sudah dibentuk untuk mengawal dan mengejar Luas Tambah Tanam (LTT) yang sudah ditetapkan oleh Dinas Pertanian Sumut.

“Kami berkomitmen untuk mengawal kegiatan ini agar target yang sudah ditetapkan bisa tercapai dan ketahanan pangan akan terwujud," katanya.

Selain itu, kata Nurliana, pihaknya juga akan koordinasi terus dengan Dinas Pertanian kabupaten/kota untuk pendataan sehingga tidak ada seliish data yang dilaporkan.

PJ Kabupaten Serdang Bedagai, Yuliana Kansrini menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para penyuluh. 

Yuliana menekankan pentingnya peng-input-an data secara digital dalam pelayanan pertanian, termasuk pemanfaatan e-Pusluh sebagai bentuk tanggung jawab profesional dan transparansi kinerja penyuluh di lapangan.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Polbangtan Medan juga menjadi momentum evaluasi dan koordinasi antar penyuluh. Selain materi teknis, penyuluh juga diberikan pelatihan singkat mengenai cara meng-input data LTT secara benar dan efektif melalui aplikasi e-Pusluh.

Dengan semangat kolaborasi, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat peran penyuluh mendampingi petani menuju peningkatan luas tanam, produktivitas pertanian dan ketahanan pangan  di Serdang Bedagai. [yenni/risma/ira/timhumas polbangtanmedan]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup